KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini
tentang Rerangka Konseptual-Suatu Model. Kami sangat berharap makalah ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Rerangka
Konseptual-Suatu Model. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah
ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami
buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa
saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan
datang.
Mataram, 6 April 2017
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar.................................................................................................................. i
Daftar
isi............................................................................................................................. ii
Bab
I Pendahuluan............................................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang............................................................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah......................................................................................................... 1
1.3. Tujuan........................................................................................................................... 1
Bab
II Pembahasan........................................................................................................... 2
2.1. Tujuan Pelaporan keuangan.......................................................................................... 2
A.
Pemakai
dan Kepentingan....................................................................................... 2
B.
Aspek
Sosial Tujuan dalam Pelaporan..................................................................... 3
·
Tujuan
Fungsional....................................................................................... 3
·
Tujuan
Bersama........................................................................................... 4
·
Tujuan
Kelompok Dominan........................................................................ 4
C.
Perkembangan
Tujuan Pelaporan Keuangan........................................................... 5
·
Tujuan
Versi ASOBAT............................................................................... 5
·
Tujuan
Versi APB No. 4.............................................................................. 5
·
Tujuan
Pelaporan Keuangan FASB............................................................. 6
2.2. Karakteristik Kualitatif Informasi................................................................................ 6
2.3. Elemen-Elemen Statemen Keuangan........................................................................... 8
2.4. Pengukuran Dan Pengakuan......................................................................................... 11
2.5. Nilai Sekarang Dalam Pengakuan Akuntansi
.............................................................. 13
2.6. Manfaat dan Keterbatasan Modal................................................................................ 15
Bab
III Penutup................................................................................................................. 17
3.1. Kesimpulan................................................................................................................... 17
Daftar
Pustaka................................................................................................................... 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Rerangka konseptual versi FASB merupakan suatu model
hasil perekayasaan yang dapat dijadikan acuan penalaran untuk pengembangan
rerangka acuan baru untuk konteks lingkungan yang berbeda. Model ini dipilih
karena rerangka ini merupakan model pertama yang disusun dan memuat secara
lengkap penjelasan, penalaran, dan argumen sehingga sangat cocok untuk bahan
pembelajaran dan pendidikan teori akuntansi.
RK FASB memuat
empat komponen konsep utama yaitu : tujuan pelapoaran keuangan (bisnis dan non
bisnis), karakteristik kualitatif informasi, elemen statemen keuangan, dan
pengukuran dan pengakuan (termasuk penggunaan nilai sekarang). Rerangka ini
merupakan kulminasi dari upaya-upaya sebelumnya oleh berbagai badan dan komite
mulai dari Komite Eksekutif AAA sampai Komite Trueblood. Komponen-komponen
tersebut berkaitan secara logis dan koheren serta menggambarkan tahapan proses
perekayasaan pelaporan keuangan.
Tujuan merupakan
komponen utama rerangka konseptual. FASB berusaha untuk melekatkan tujuan
fungsional akuntansi dengan memfokuskan pada investor dan kreditor sebagai
pihak dominan yang dituju. Pemfokusan tersebut didasarkan atas konteks
lingkungan di Amerika.
1.2. Rumusan
Masalah
1.
Menjelasakan
Tujuan Pelaporan Keuangan
2.
Menjelaskan
Aspek Sosial Tujuan Pelaporan
3.
Menjelaskan
Perkembangan Tujuan Pelaporan
4.
Menjelaskan
Tujuan Pelaporan keuangan FASB
5.
Menjelaskan
Karakteristik Kualitatif Informasi
6.
Menjelasakan
Pengukuran dan Pengakuan
7.
Menjelasakan
Manfaat dan Keterbatasan Model
1.3. Tujuan
Agar
Pembaca lebih memahami tentang Rerangka Konseptual-Suatu Model.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN
Tujuan adalah ke arah mana
segala upaya, tindakan, dan pertimbangan dicurahkan. Oleh karena itu, penentuan
tujuan pelaporan keuangan merupakan langkah yang paling krusial dalam
perekayasaan akuntansi. Tujuan pelaporan menentukan konsep-konsep dan
prinsip-prinsip yang relevan yang akhirnya menentukan bentuk, isi, jenis, dan susunan statemen keuangan. Untuk
menurunkan tujuan pelaporan keuangan, pihak yang dituju dan kepentingannya
harus diidentifikasi dengan jelas sehingga informasi yang dihasilkan pelaporan
keuangan dapat memuaskan kebutuhan informasional pihak yang dituju. Pada
gilirannya, pihak yang dituju akan melakukan tindakan atau mengambil keputusan
yang mengarah ke pencapaian tujuan pelaporan keuangan. Dengan demikian,
diharapkan tujuan yang lebih luas (tujuan ekonomik dan sosial negara) akan
tercapai.
A.
PEMAKAI DAN KEPENTINGANNYA
Dalam suatu
lingkungan negara, banyak pihak potensial yang dituju atau berkepentingan dan
kepentingan mereka sangat beragam. Misalnya FASB merinci pemakai potensial
yang dituju oleh pelaporan keuangan yaitu: owners, lenders, suppliers,
potential investors and creditors, employers, management, directors, customers,
financial analysis and advisors, brokers, underwriters, stock exchange, lawyers,
economists, taxing authorities, regulatory authorities, legislators, financial
press and reporting agencies, labor unions, trade associations, business
researchers, teachers and students, and the public.
Kepentingan pemakai juga beragam, antara lain adalah pertanggungjawaban,
kebermanfaatan keputusan, riset keuangan dan pasar, penentuan tarif, penentuan
pajak, pengendalian sosial, pengendalian alokasi sumber daya ekonomik dan
pengukuran kinerja entitas. Karakteristik pemakai statemen keuangan juga harus
dipertimbangkan dalam penentuan tujuan pelaporan keuangan. Karakteristik
pemakai antara lain kedudukan pemakai terhadap entitas pelapor (akses terhadap
informasi) dan tingkat pengetahuan pemakai
tentang bisnis dan ekonomi.
Dengan masalah di atas, Most menunjukkan dua pendekatan dalam penentuan
tujuan penyediaan informasi (pelaporan keuangan), yaitu:
1. Menyediakan informasi untuk
sehimpunan pemakai umum yang mempunyai bermacam-macam kepentingan keputusan,
atau
2. Menyediakan informasi untuk kelompok pemakai tertentu
yang mempunyai kepentingan tertentu yang diketahui (teridentifikasi).
B.
ASPEK SOSIAL TUJUAN DALAM
PELAPORAN
Sebagai teknologi, pelaporan keuangan dalam suatu negara harus direkayasa
sehingga tujuan sosial dan ekonomik negara tercapai. Tujuan nasional dapat
tercapai apabila kegiatan individual dengan berbagai motivasi untuk mencapati
tujuan individualnya jugamemaksimumkan tujuan negara. Dengan kata lain, terjadi
keselarasan (kongruensi) antara tujuan/perilaku ekonomik individual yang
membentuk masyarakat dan tujuan ekonomik negara. Bila
akuntansi harus berperan dalam hal ini, maka tujuan pelaporan keuangan harus dipertimbangkan
dalam konteks tujuan kegiatan sosial atau masyarakat dalam suatu negara.
Bila tujuan masyarakat harus dicapai, tujuan siapa yang harus diperhatikan?
Berkaitan dengan ini, Bloom dan Elgers (1995) mendeskripsi tiga maca tujuan
kegiatan sosial/masyarakat (social activity) dan implikasinya terhadap
penentuan tujauan pelaporan keuangan yaitu : tujuan fungsional, tujuan bersama,
dan tujuan kelompok dominan.
·
TUJUAN FUNGSIONAL
Tujuan fungsional adalah suatu tujuan masyarakat atau
organisasi secara keseluruhan tanpa memperhatikan tujuan/motivasi masing-masing
individual di dalamnya. Tujuan individual tidak dapat diamati sedangkan tujuan
fungsional dapat diidentifikasi dengan mengamati konsekuensi-konsekuensi dari
kegiatan masyarakat atau organisasi yang nyatanya terjasi. Selain itu, tujuan
fungsional juga dapat merupakan konsekuensi-konsekuensi sebagai hasil ketetapan
atau harapan penguasa (misalnya pemerintah). Dengan demikian, tujuan fungsional
merupakan tujuan normatif yang menjadi pedoman dalam pembuatan kebijakan di
tingkat nasional atau organisasi.
Sebagai kegiatan sosial, tujuan fungsional akuntansi
dapat ditetapkan misalnya untuk:
1.
Mengalokasi sumber
daya ekonomi secara efisien.
2.
Membantu perusahaan
untuk dapat memperoleh dana untuk ekspansi.
3.
Membantu pemerintah
untuk menarik pajak secara adil dan efisien
4.
Membantu para manajer
dalam keputusan investasi.
5.
Mempertanggungjawaban
pengelolaan keuangan negara.
6.
Memfasilitasi fungsi
dan pengendalian sosial.
7.
Mengarahkan perilaku
manajer untuk mengambil keputusan yang selaras dengan tujuan sosial dan
ekonomik negara.
8.
Mengurangi atau
mencegah konflik kepentingan antara manajer, auditor, dan pemegang saham.
Tujuan fungsional akuntansi dapat terdiri atas satu
atau beberapa (sehimpunan)
Tujuan yang berkaitan. Walaupun tujuan/motif
individual tidak diketahui dan dipertimbangkan, diharapkan bahwa tujuan
fungsional yang ditetapkan selaras dengan sebagian atau bahkan seluruh tujuan
individual.
·
TUJUAN BERSAMA
Tujuan bersama adalah satu atau beberapa tujuan individual
yang sama dengan tujuan individual lainnya. Tujuan fungsional disusun tanpa
memperhatikan tujuan-tujuan individual, sedangkan tujuan bersama ditentukan
dengan mengidentifikasi dahulu tujuan-tujuan individual kemudian memilih
tujuan-tujuan individual (seluruh anggota masyarakat) yang sama untuk dijadikan
tujuan kegiatan sosial.
·
TUJUAN KELOMPOK
DOMINAN
Dalam tujuan ini keputusan yang akan diambil adalah
tujuan dari kelompok yang dominan. Kelompok yang dominan adalah kelompok yang
memiliki pengaruh sangat kuat dalam pengambilan keputusan atau tindakan dari
semua anggota masyarakat. Sedangkan bagi kelompok yang non-dominan tujuannya
tidak menjadi relevan atau dianggap terlalu lemah untuk mempengaruhi kegiatan
sosial. Kalau informasi akuntansi ditujukan kepada kelompok dominan, kelompok
non dominan dapat menjadi penumpang pakai (free-riders).
C.
PERKEMBANGAN TUJUAN PELAPORAN
KEUANGAN
Atas dasar aspek
sosial, tujuan pelaporan keuangan dalam profesi akuntansi di Amerika mengalami
semacam evolusi. Perkembangan terjadi karena pergeseran kesepakan dalam hal
siapa kelompok yang dituju, apa kepentingannya, dan seperti apa model
pengambilan keputusan yang digunakan.
·
Tujuan Versi ASOBAT
Walaupun berorientasi pada kebutuhan pemakai, komite eksekutif AAA tidak
secara spesifik mengidentifikasi pihak pemakai laporan keuangan. Komite ini
mendefinisi tujuan pelaporan keuangan dengan menunjukkan manfaatnya untuk:
1. Membuat keputusan-keputusan
yang berkaitan dengan penggunaan sumberdaya (alam, fisis, manusia, dan
finansial) yang terbatas.
2. Mengarahkan dan mengendalikan
sumber daya fisis dan manusia suatu organisasi secara efektif.
3. Memelihara dan melaporkan pengelolaan sumber daya yang
dipercayakan kepada manajemen.
4. Memberi kemudahan berjalannya
fungsi dan pengendalian sosial.
Karena pihak yang dituju tidak
jelas,dapat dikatakan bahwa ASOBAT sebenarnya mendefinisi tujuan pelaporan atas
dasar tujuan fungsional.
·
Tujuan Versi APB No. 4
Tujuan pelaporan keuangan yang dicanangkan dalam APB No. 4 secara umum
dinyatakan sebagai berikut : the basic purposes of financial accounting and
financial statements is to provide financial information about individual
usiness enterprises that is useful in making economic decisions. APB No. 4
memuat dua tujuan pelaporan yaitu tujuan umum (general objectives) dan tujuan
kualitatif (qualitative objectives). Tujuan di atas merupakan tujuan umum yang
dijadikan dasar untuk menentukan kandungan informasi akuntansi.
·
Tujuan Versi Trueblood
Committee
Tujuan pelaporan yang diajukan oleh komite Trueblood tidak jauh berbeda
dengan tujuan dalam ASOBAT maupun APB No. 4 kecuali bahwa tujuan dalam laporan
komite Trueblood lebih rinci dan mengidentifikasi aspek-aspek tujuan. Dua hal
penting yang ditekankan oleh komite ini adalah daya melaba (earnings power) dan
elemen aliran kas (cash flows).
·
Tujuan Pelaporan Keuangan FASB
FASB mendasarkan penyusunan tujuan pelaporan pada tiga aspek landasan
pikiran yaitu bahwa:
1. Tujuan pelaporan keuangan
ditentukan oleh lingkungan ekonomik, hukum, politis, dan sosial tempat
akuntansi diterapkan.
2. Tujuan pelaporan keuangan
dipengaruhi oleh karakteristik dan keterbatasan informasi yang dapat
disampaikan melalui mekanisme pelaporan keuangan.
3. Tujuan pelaporan memerlukan
suatu fokus untuk menghindari terlalu umumnya informasi akibat terlalu
banyaknya pihak pemakai yang ingin dipenuhi kebutuhan informasionalnya.
2.2. KARAKTERISTIK KUALITATIF INFORMASI
Informasi akuntansi yang dihasilkan oleh pihak manajemen perusahaan
mempunyai beberapa karakteristik kualitatif yang harus dimiliki.
Karakteristik-karakteristik kualitatif tersebut akan membedakan informasi
yang bermanfaat dengan informasi yang
kurang bermanfaat bagi penggunanya. Dalam pemilihan metode akuntansi yang akan
digunakan perusahaan, karakteristik-karakteristik tersebut haruslah menjadi
salah satu dasar pertimbangan pemilihan metode akuntansi yang akan digunakan.
Menurut Statement of Financial
Accounting (SFAC) No. 2 karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi adalah sebagai berikut :
1.
Relevan maksudnya adalah kapasitas
informasi yang dapat mendorong suatu keputusan apabila dimanfaatkan oleh
pemakai untuk kepentingan memprediksi hasil di masa depan yang berdasarkan
kejadian waktu lalu dan sekarang. Ada tiga karakteristik utama yaitu:
a.
Ketepatan waktu (timeliness), yaitu informasi yang
siap digunakan para pemakai sebelum kehilangan makna dan kapasitas dalam
pengambilan keputusan;
b.
Nilai prediktif (predictive value), yaitu informasi
dapat membantu pemakai dalam membuat prediksi tentang hasil akhir dari kejadian
yang lalu, sekarang dan masa depan;
c.
Umpan balik (feedback value), yaitu kualitas informasi
yang memngkinkan pemakai dapat mengkonfirmasikan ekspektasinya yang telah
terjadi di masa lalu.
2.
Reliable, maksudnya adalah kualitas informasi yang dijamin
bebas dari kesalahan dan penyimpangan
atau bias serta telah dinilai dan disajikan secara layak sesuai dengan
tujuannya. Reliable mempunyai tiga karakteristik utama yaitu:
a.
Dapat diperiksa (veriviability), yaitu konsensus dalam
pilihan pengukuran akuntansi yang dapat dinilai melalui kemampuannya untuk
meyakinkan bahwa apakah informasi yang disajikan berdasarkan metode tertentu
memberikan hasil yang sama apabila diverivikasi dengan metode yang sama oleh
pihak independen;
b.
Kejujuran penyajian (representation
faithfulness), yaitu adanya kecocokan antara angka dan diskripsi akunatnsi
serta sumber-sumbernya;
c.
Netralitas (neutrality), informasi akuntansi yang
netral diperuntukkan bagi kebutuhan umum para pemakai dan terlepas dari
anggapan mengenai kebutuhan tertentu dan keinginan tertrentu para pemakai
khusus informasi.
3. Daya Banding (comparability),
informasi akuntansi yang dapat dibandingkan menyajikan kesamaan dan perbedaan
yang timbul dari kesamaan dasar dan
perbedaan dasar dalam perusahaan dan transaksinya dan tidak semata-mata dari
perbedaan perlakuan akuntansinya.
4. Konsistensi (consistency),
yaitu keseragaman dalam penetapan kebijaksanaan dan prosedur akuntansi yang
tidak berubah dari periode ke periode.
5. Ketepatwaktuan (timeliness);
adalah tersedianya informasi bagi pembuat keputusan pada saati dibutuhkan
sebelum informasi tersebut kehilangan kekuatan untuk mempengaruhi keputusan.
Tersedianya informasi lama setelah suatu kejadian yang memerlukan tanggapan
atau keputusan berlalu menjadikan informasi tersebut tidak punya nilai lagi.
6. Ketepatan Penyimbolan
(representational faithfulness); adalah kesesuaian atau kecocokan antara
pengukur atau deskripsi (representasi) dan fenomena yang diukur atau
dideskripsi. Dalam akuntansi, fenomena yang ingin direpresentasi adalah kondisi
fisis, kondisi keuangan dan kegiatan ekonomik badan usaha berupa sumber
ekonomik, kewajiban keuangan dan transaksi atau kejadian yang mengubah sumber
ekonomik dan kewajiban tersebut.
7. Keterujian (verifiability);
adalah kemampuan informasi untuk memberi keyakin yang tinggi kepada para
pemakai karena tersedianya sarana bagi para pemakai untuk menguji secara
independen ketepatan penyimbolan (kebenaran/validitas informasi).
8. Kenetralan (neutrality);
adalah ketidakberpihakan pada grup tertentu atau ketakberbiasan (unbiasedness)
dalam perlakuan akuntansi.
9. Materialitas (materiality); adalah besar kecilnya
magnituda suatu penghilangan (omission) atau penyalahsajian (misstatement)
informasi akuntansi yang menjadikan besar kemungkinan bahwa pertimbangan
seorang bijaksana yang mengandalkan diri pada informasi tersebut berubah atau
terpengaruh oleh penghilangan/pengabaian atau penyalahsajian tersebut.
2.3. ELEMEN-ELEMEN
STATEMEN KEUANGAN
Atas dasar karakteristik kualitatif informasi (keterandalan, khususnya
ketepatan penyimbolan dan keberpautan), tujuan pelaporan keuangan (informasi
semantik yang harus dilaporkan), FASB mengidentifikasi elemen-elemen spesifik
penting sebagai berikut:
Untuk entitas bisnis:
1. Aset (assets)
2. Kewajiban (liabilities)
3. Ekuitas (Equities) atau aset
bersih (net assets) untuk entitas non bisnis
4. Investasi oleh pemilik
(investments by owners)
5. Distribusi ke pemilik (distributions by
owners)
6. Laba komprehensif
(comprehensive income)
7. Pendapatan (revenues)
8. Biaya (expenses)
9.
Untung (gains)
10. Rugi (losses)
11. Aliran kas dari kegiatan
operasi (cash flows from operationg activities)
12. Aliran kas dari kegiatan
investasi (cash flows from investing activities)
13. Aliran kas dari kegiatan
pendanaan (cash flows from financing activities)
Elemen aset bersih untuk entitas non bisnis :
1.
Aset bersih terbatas permanen (permanently restricted
net assets)
2.
Aset bersih terbatas sementara (temporarily restricted
net assets)
3.
Aset bersih terbatas takterbatas (unrestricted net
assets)
A. DEFINISI ELEMEN
1. Aset
adalah manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti (probable) yang diperoleh
atau dikuasai oleh suatu entitas sebagai hasil transaksi atau kejadian masa
lalu.
2.
Kewajiban adalah pengorbanan manfaat ekonomik masa datang yang cukup
pasti yang timbul dari keharusan (obligations) sekarang suatu entitas untuk
mentransfer aset atau menyerahkan jasa kepada entitas lain di masa datang
sebagai akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu.
3.
Ekuitas atau aset bersih adalah kepentingan residu dalam aktiva sebuah entitas,
setelah dikurangi dengan kewajibannya. Dalam sebuah entitas bisnis, ekuitas
merupakan kepentingan kepemilikan. Ekuitas pemegang sahamdiklasifikasikan
menjadi dua komponen penting yaitu modal setoran dan laba ditahan
4. Investasi oleh pemilik adalah Kenaikan aktiva bersih sebuah perusahaan yang
ditimbulkan oleh transfer sesuatu yang bernilai dari entitas lain kepada
perusahaan tersebut untuk mendapatkan atau menaikkan kepentingan kepemilikan.
Aktiva adalah bentuk yang paling umum diterima sebagai investasi
oleh pemilik,tetapi investasi ini bisa juga meliputi jasa atau
kepuasan atau konversi kewajiban perusahaan.
5. Distribusi kepada pemilik
adalah penurunan aktiva bersih sebuah perusahaan yang
diakibatkan oleh pemindahan
aktiva, penyediaan jasa, atau penciptaan kewajiban oleh perusahaan kepada
pemilik. Distribusi kepada pemilik akan menurunkan kepentingan kepemilikan
dalam perusahaan.
6. Laba komprehensif adalah perubahan dalam ekuitas suatu badan usaha sebagai
akibat pentransferan aset, penyerahan jasa, dan penimbulan kewajiban oleh badan
usaha tersebut kepada pemilik. Distribusi ke pemilik mengurangi hak pemilikan
atau ekuitas dalam suatu badan usaha.
7. Pendapatan
adalah Aliran masuk aset atau kenaikan aset lainnya pada suatu entitas atau
penyelesaian/pelunasan kewajiban entitas tersebut dari penyerahan atau produksi
barang, pemberian/penyerahan jasa, atau kegiatan lain yang membentuk operasi
sentral atau utama dan berlanjut dari entitas tersebut.
8. Biaya
adalah aliran keluar aset atau penyerapan aset lainnya pada suatu entitas atau
penimbulan kewajiban entitas tersebut (atau kombinasi keduanya) dari penyerahan
atau produksi barang, , pemberian/penyerahan jasa, atau kegiatan lain yang
membentuk operasi sentral atau utama dan berlanjut dari entitas tersebut.
9.
Untung adalah kenaikan dalam ekuitas (aset bersih) yang beasal dari
transaksi periferal (ikutan) atau insidental (kala-kala) suatu entitas dan dari
semua transaksi atau kejadian atau keadaan lain yang mempengaruhi entitas
tersebut kecuali kenaikan sebagai akibat dari pendapatan atau investasi oleh
pemilik.
10. Rugi adalah penurunan dalam ekuitas (aset
bersih) yang beasal dari transaksi periferal (ikutan) atau insidental
(kala-kala) suatu entitas dan dari semua transaksi atau kejadian atau keadaan
lain yang mempengaruhi entitas tersebut kecuali penurunan sebagai akibat dari
pendapatan atau investasi oleh pemilik.
B.
PERUBAHAN POSISI KEUANGAN
Aset, kewajiban dan ekuitas seabgai elemen posisi keuangan dapat berubah
akibat tiga hal yaitu kejadian (events), keadaan (circumstances) dan transaksi
(transaction). Pengaruh ketiga hal tersebut dapat terjadi pada tiap elemen
aset, kewajiban, atau ekuitas saja atau pada dua atu tiga elemen sekaligus.
Bila dipandang dari elemen ekuitas, perubahan-perubahan posisi keuangan akibat
tiga hal tersebut dapat dikategorikan menjadi:
1. Semua perubahan dalam aset dan
kewajiban yang tidak dibarengi dengan perubahan dalam ekuitas.
2. Semua perubahan dalam aset dan kewajiban yang
dibarengi dengan perubahan dalam ekuitas.
3. Perubahan dalam ekuitas yang
tidak melibatkan aset atau kewajiban.
2.4. PENGUKURAN DAN PENGAKUAN
Penentuan dan pendefenisisan elemen berkaitan dengan masalah apa yang harus
disajikan dalam statemen keuangan dan terdiri atas apa saja seperangkat penuh
statemen keuangan (a
full set of financial statements). Elemen dan pos menjadi bahan
penyusunan seperangkat penuh statemen keuangan. Agar secara teknis penyususnan
statemen keuangan dapat dilaksanakan dengan mudah, diperlukan sarana (berupa
buku besar atau ledger ) untuk mencatat hasil pengukuran. Oleh karena itu,
pos-pos yang harus disajikan dalam statemen keuangan menjadi basis untuk
menamai akun-akuan (accounts)
dalam buku besar. Bila suatu hasil pengukuran dicatat dalam system pembukuan,
berarti informasi tersebut dengan sendirinya akan disajikan via statemen
keuangan (incorporated
into financial statements).
A.
PELAPORAN DAN STATEMEN
KEUANGAN
Walaupun tujuannya sama, pelaporan keuangan (financial reporting) harus
dibedakan dengan statemen keuangan (financial statements). FASB menyatakan bahwa statemen keuangan adalah
media utama atau ciri sentral pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan meliputi
penyampaian informasi yang wajib secara luas (mandatory) dan sukarela
(voluntary). Lebih dari itu, informasi tertentu yang bermanfaat mungkin lebih
baik (efektif) kalau disajikan melalui statemen keuangan sementara informasi
yang lain akan lebih efektif kalau disajikan melalui media selain statemen
keuangan.
B.
SEPERANGKAT STATEMEN KEUANGAN
Tujuan pelaporan, karakteristik kualitatif, dan elemen statemen keuangan
akan menentukan jenis statemen apa saja yang membentuk seperangkat penuh
statemen keuangan. Sekelompok elemen akan membentuk jensi statemen keuangan
tertentu. FASB menyatakan bahwa seperangkat penuh statemen keuangan untuk suatu
perioda harus menunjukkan informasi:
1. Posisi keuangan pada akhir
perioda tersebut
2. Laba untuk perioda tersebut
3. Laba komprehensif untuk
perioda tersebut
4. Aliran kas selama perioda
tersebut
5.
Investasi
oleh dan distribusi ke pemilik selama perioda tersebut
C.
PENGUKURAN
Pengukuran adalah penentuan besarnya unit pengukur (jumlah rupiah) yang
akan dilekatkan pada suatu objek (elemen atau pos) yang terlibat dalam suatu
transaksi, kejadian atau keadaan untuk mereprsentasi makna atau atribut objek
tersebut. FASB mengidentifikasi atribut pengukuran yang sekarang diterapkan dan
masih dapat dilanjutkan penggunaannya (SFAC No. 5, prg 67):
1.
Kos
historis atau perolehan kas historis
2.
Kos
sekarang
3.
Nilai
pasar sekarang
4.
Nilai
terealisasi/pelunasan neto
5.
Nilai
sekarang atau diskunan aliran kas masa datang
D.
PENGAKUAN
Secara konseptual, pengakuan adalah penyajian suatu informasi melalui
statemen keuangan sebagaiciri sentral pelaporan keuangan. Secara teknik,
pengakuan berarti pencatatan secara resmi (penjurnalan) suatu kuantitas (jumlah
rupiah) hasil pengukuran ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah rupiah
tersebut akan mempengaruhi suatu pos dan terefleksi dalam statemen keuangan.
FASB
menetapkan empat kriteria pengakuan fundamental (konseptual) sebagai berikut:
1.
Definisi (definitions)–suatu pos harus memenuhi
definisi elemen statemen keuangan.
2.
Keterukuran (measurability)–suatu pos harus mempunyai
atribut yang terpaut dengan keputusan dan dapat diukur dengan tingkat
keterandalan yang cukup.
3.
Keberpautan (relevance)–informasi yang dikandung
suatu pos mempunyai daya untuk membuat perbedaan dalam keputusan pemakai.
4.
Keterandalan (reliability)–informasi yang dikandung
suatu pos secara tepat menyimbolkan fenomena, teruji (terverifikasi) dan
netral.
2.5. NILAI SEKARANG DALAM PENGUKURAN AKUNTANSI
Rerangka pengukuran dan pengakuan sebagaimana dimual dalam SFAC No. 5 telah
dikembangkan dan dilengkapi dengan SFAC No. 7 tentang penggunaan informasi
aliran kas dan nilai sekarang dalam pengukuran akuntansi. Sebagai komponen
rerangka konseptual SFAC No. 7 memberi pedoman yang berisi:
a.
Tujuan nilai sekarang dalam pengukuran akuntansi.
b.
Prinsip-prinsip umum (general principles) yang
melandasi penggunaan nilai sekarang, terutama bila jumlah rupiah (amounts)
aliran kas masa datang, saat terjadinya (timing) atau keduanya tidak pasti.
A.
PENGERTIAN DASAR
1.
Saat Pengukuran
Terdapat
dua saat penting yaitu pengukuran pada sat
pengakuan mula-mula (at initial recognition) yaitu pengukuran pada saat
suatu elemen atau pos timbul dan dicatat pertama kali akibat transaksi,
kejadian atau keadaan, dan pada berbagai saat atau perioda sesudah pengakuan
mula-mula yang disebut dengan pengukuran baru-mulai (fresh-start) yaitu
pengukuran dalam perioda-perioda setelah pengakuan mula-mula untuk menentukan
jumlah rupiah bawaan baru yang tidak berkaitan dengan jumlah rupiah sebelumnya.
2.
Penentuan Aliran Kas Masa
Datang
Pengukuran atribut suatu pos atau elemen saat ini dapat didasarkan atas
aliran kas masa datang. Aliran kas masa datang umumnya harus diestimasi. Ada
beberapa dasar penentuan jumlah rupiah kas masa datang, yaitu : taksiran atau estimat
terbaik adalah jumlah rupiah tunggal yang paling-boleh (most-likely) dalam
suatu kisar beberapa jumlah rupiah estimasian yang mungkin terjadi. Dalam
statistika, jumlah rupiah ini merupakan modus suatu distribusi variabel, aliran
kas estimasian adalah jumlah rupiah tunggal yang akan diterima atau dibayar di
masa datang, aliran kas harapan adalah jumlah (sum) beberapa jumlah rupiah
berbobot-probabilitas dalam suatu kisar jumlah rupiah estimasian yang mungkin
terjadi. Dalam statistika, angka ini merupakan mean atau rata-rata berbobot.
3.
Tujuan Nilai Sekarang Dalam
Pengukuran
Tujuan penggunaan nilai sekarang dalam pengukuran akuntansi adalah untuk
menangkap/merefleksi sedapat mungkin perbedaan ekonomik antara sehimpunan
aliran kas masa datang dan untuk mengestimasi nilai wajar. Nilai sekarang dapat
menangkap berbedaan ekonomik antar aliran kas kalau unsur-unsur dipertimbangkan
(SFAC No.7,prg 23) :
a.
Suatu estimat aliran kas masa datang atau dalam
beberapa kasus yang kompleks, serangkaian aliran kas masa datang yang tiba pada
saat berbeda.
b.
Harapan-harapan tentang variasi yang mungkin terjadi
dalam jumlah dan saat tibanya aliran kas tersebut.
c.
Nilai waktu uang yang ditunjukkan dengan oleh bunga
bebas resiko.
d.
Harga atau nilai penanggungan resiko atau ketidakpastian
yang melekat pada aset atau kewajiban.
e.
Faktor-faktor lain termasuk likuiditas dan
ketaksempurnaan pasar.
4. Prinsip-Prinsip Umum
Prinsip-prinsip umum yang menjadi pedoman penerapan nilai sekarang dalam
mengukur aset dan kewajiban:
a.
Sedapat-dapatnya aliran kas estimasian dan tingkat
bunga harus merefleksi asumsi-asumsi tentang kejadian dan ketakpastian masa
datang yang dipertimbangkan dalam memutuskan apakah memperoleh atau tidak suatu
aset atau sekelompok aset dalam suatu transaksi tunai yang bebas.
b.
Tingkat bunga yang digunakan
untuk mendiskun aliran kas harus merefleksi asumsi-asumsi yang konsisten dengan
asumsi-asumsi yang melekat pada aliran kas estimasian agar pengaruh asumsi
tidak berganda atau malahan terabaikan.
c.
Aliran kas estimasian dan tingkat bunga harus bebas
dari bias dan faktor yang tidak berkaitan dengan aset atau kewajiban yang
bersangkutan.
d.
Aliran kas estimasian dan tingkat bunga harus
merefleksi kisar munculan yang mungkin terjadi (possible outcomes) daripada
jumlah rupiah tunggal paling boleh jadi, minimum atau maksimum.
2.6. MANFAAT
DAN KETERBATASAN MODEL
Sebagai suatu model, rerangka konseptual (RK) versi FASB di atas mempunyai
manfaat sebagai sumber acuan untuk mengembangkan hal yang sama untuk lingkungan
(negara) yang lain. Karena konteks lingkungan yang berbeda, RK yang
dikembangkan untuk tiap negara dapat sama atau berbeda bahkan harus berbeda
dengan model yang dijadikan acuan. Walaupun demikian, proses penalaran di balik
Rkcukup bersifat umum (universal) sehingga dapat digunakan sebagai pedoman
berpikir dalam mengembangkan RK baru untuk konteks lingkungan yang berbeda.
A.
TRANSFER TEKNOLOGI
Transfer teknologi dapat diartikan sebagai transfer proses penalaran dan
perekayasaan untuk menghasilkan produk yang paling efektif untuk mencapai
tujuan fungsional akuntansi negara sasaran. Bila paramaeter yang
dipertimbangkan berbeda, tentu saja produk yang dihasilkan akan berbeda pula
walaupun fungsinya sama.
B.
PENGARUH RK FASB
Dalam kenyataannya, RK FASB mempunyai pengaruh (dampak) yang besar dalam
memicu dan melandasi pengembangan RK di beberapa negara lain pada perioda
mengembangkan atau pada perioda setelah RK FASB selesai.
Ada berbagai organisasi profesi dan
badan pemerintah yang berusaha untuk mengembangkan rerangka untuk negaranya
masing-masing. Organisasi profesi tersebut adalah :
1.
Australian Accounting Research Foundation (AARF)
2.
International Accounting Standards Committee (IASC)
3.
Canadian Institution of Chartered Accounts (CICA)
4.
Institute of
Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW)
5.
(UK) Accounting
Standards Board (UK ASB)
Namun proses penalaran dan komponen RK yang
dikembangkan oleh organisasi-organisasi tersebut menunjukkan kemiripan dengan
RK FASB.
C.
DOKUMEN KEBIJAKAN
Rerangka konseptual FASB merupakan suatu dokumen kebijakan atau politis dan
bukan dokumen atau karya ilmiah. Sebagai dokumen kebijakan, proses
penyusunannya melibatkan perdebatan atau argumen yang keputusan akhirnya dalam
beberapa kasus melibatkan pemungutan suara (voting). RK FASB penuh dengan
muatan nilai-nilai yang dianut dalam konteks lingkungan Amerika (value-laden).
Sebagai teknologi, struktur dan proses pemikiran dan penyimpulan untuk
menyusun RK membentu satu kesatuan pengetahuan yang dapat disebut sebagai teori
akuntansi dalam pengertian penalaran logis dan bukan dalam pengertian
penjelasan ilmiah. Penalaran logis bermanfaat untuk mengevaluasi dan
membenarkan praktik akuntansi yang sedang berjalan serta mempengaruhi dan
mengembangkan praktik akuntansi di masa datang.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Bahwa
penentuan tujuan pelaporan keuangan merupakan langkah
yang paling krusial dalam perekayasaan akuntansi. Tujuan pelaporan menentukan
konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang relevan yang akhirnya menentukan bentuk,
isi, jenis, dan susunan statemen
keuangan. Untuk menurunkan tujuan pelaporan keuangan, pihak yang dituju dan
kepentingannya harus diidentifikasi dengan jelas sehingga informasi yang
dihasilkan pelaporan keuangan dapat memuaskan kebutuhan informasional pihak
yang dituju. Pada gilirannya, pihak yang dituju akan melakukan tindakan atau
mengambil keputusan yang mengarah ke pencapaian tujuan pelaporan keuangan.
Dengan demikian, diharapkan tujuan yang lebih luas (tujuan ekonomik dan sosial
negara) akan tercapai.
DAFTAR
PUSTAKA
Suwardjono.2014.
Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Edisi Ketiga. Yogyakarta: BPFE.
Shevalina.
2013. Teori Akuntansi Rerangka Konseptual-Suatu Model. Diakses 5 April 2017 di
http://shevalina13.blogspot.co.id/2013/08/rerangka-konseptual-suatu-model-teori.html
Khoyunita.
2012. Teori Akuntansi Rerangka Konseptual-Suatu Model di
https://khoyunitapublish.wordpress.com/2012/11/19/rerangka-konseptual-suatu-model-teori-akuntansi/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar