Selasa, 19 September 2017

PROPOSAL PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA)

Present Proposal MATKUL Seminar Akuntansi Manajemen (3 SKS)

PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN
METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA)
 (STUDI PADA PT. BANK MANDIRI Tbk )



 












DISUSUN OLEH
1.     AHYAN ZOHROYANI       (A1C114004)
2.     BAIQ AYU PURNIATI        (A1C114015)
3.     EKO WIBOWO                     (A1C114019)
4.     EVA WIWIN ANDRIANI   (A1C114022)








FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MATARAM
TAHUN 2017


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia,   serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Proposal ini pada waktunya tanpa hambatan, Proposal ini berjudul tentang “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Economic Value Added (EVA) Pada PT. Bank Mandiri Tbk, di Mataram”. Kami sangat berharap Proposal ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Metode Economic value Added (EVA). Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam Proposal ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan Proposal yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga Proposal ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya Proposal yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari anda demi perbaikan Proposal kami ini di waktu yang akan datang.


Mataram, 24 Juni 2017















DAFTAR ISI
Kata Pengantar...........................................................................................................        i
Daftar isi......................................................................................................................        ii
BAB I Pendahuluan...................................................................................................        1
      A.    Latar Belakang.................................................................................................              1
      B.     Rumusan Masalah.............................................................................................            2
      C.     Tujuan Penelitian..............................................................................................             2
      D.    Manfaat Penelitian............................................................................................             2
     BAB II Tinjauan Pustaka..........................................................................................         4
      A.     Gambaran Umum Tentang PT. Bank Mandiri Tbk.........................................              4
      B.      Laporan Keuangan..........................................................................................              5
1.    Pengertian Laporan Keuangan..................................................................        5
2.    Tujuan Laporan Keuangan........................................................................        5
3.    Komponen laporan Keuangan...................................................................        5
4.    Sifat laporan Keuangan.............................................................................        6
5.    Keterbatasan Laporan Keuangan..............................................................        7
      C.     Kinerja Keuangan.............................................................................................             7
      D.    Pengukuran Kinerja Keuangan.........................................................................             8 
      E.     Jenis-jenis Analisis Rasio keuangan..................................................................            9
1.      Rasio Likuiditas.......................................................................................        9
2.      Rasio Solvabilitas.....................................................................................       10
3.      Rasio Profitabilitas...................................................................................       12
4.      Rasio Aktivitas.........................................................................................       14
     F.      Prosedur Analisis..............................................................................................              15
G.    Metode dan Teknik Analisis Dalam Kinerja Keuangan...................................        17  
     H.    Penilaian Kinerja Keuangan.............................................................................               18
BAB III Metodologi Penelitian..................................................................................        19
    A.    Metode Penelitian.............................................................................................                19
    B.     Lokasi Penelitian .............................................................................................                19
    C.     Objek Penelitian...............................................................................................                19
    D.    Prosedur Pengambilan Data.............................................................................                19
    E.     Teknik Analisa data..........................................................................................                20
Daftar Pustaka............................................................................................................        21



BAB I
PENDAHULUAN
  
A.    Latar Belakang
Analisis rasio keuangan merupakan suatu alat ukur atau cara yang paling umum digunakan dalam membuat analisis laporan keuangan. Analisis rasio menggambarkan hubungan matematis antara suatu jumlah dengan jumlah lainnya. Karena penginterpretasikan terhadap rasio-rasio ini cukup kompleks, maka keefektifan rasio keuangan ini sebagai suatu alat analisis sangat tergantung dan kemampan dan keahlian analisis dalam menginterpretasikan.
            Untuk menilai kinerja perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan yang disajikan oleh pihak manajemen perusahaan. Dalam neraca dapat dilihat apakah jumlah harta, hutang dan modal perusahaan bertambah ataupun berkurang, semua tergambar didalamnya. Untuk melihat apakah operasi perusahaan selama periode tertentu mengalami kerugian atau tidak, dapat dilihat dalam laporan laba rugi.
            Laporan keuangan dapat dianalisa dengan alat perhitungan berupa rasio-rasio keuangan. Salah satu metode analisis adalah dengan menggunakan analisis rasio yaitu dengan menganalisis hubungan antara, satu pos dengan pos lainnya didalam laporan keuangan, yang dapat memberikan petunjuk gejala-gejala mengenai kondisi keuangan perusahaan. Sehingga angka dari hasil analisis rasio laporan keuangan dapat menunjukkan aktivitas perusahaan dalam keasaan menguntungkan atau tidak, Namun dengan mengetahui rasio keuangan yang dinilai tidak wajar maka penyebabnya keberhasilan atau kesulitan perusahaan, dapat diketahui dengan meneliti yang lebih dalam.
            Oleh karena itu, PT. Bank Mandiri Tbk, di Mataram ini juga harus memperhatikan kewajiban seperti dengan melakukan evaluasi kinerja keuangannya. Analisis kinerja keuangan tersebut sangat sangat diperlukan dan juga evaluasi yang diperoleh dapat dijadikan sebagai salah satu informasi dalam pengambilan keputusan manajemen, selain itu juga dengan dilakukan pengevaluasian kinerja ini diharapkan mampu mencapai komitmen kinerja keuangnya.yang
            Secara teori, modal memang penting (fundamental) dan merupakan bagian yang sangat vital bagi dunia perbankan. Modal Bank akan memungkinkan suatu bank salam mengatur entitas perbankan tersebut melalui penyaluran dana yang dibutuhkan untuk mendapatkan sumber daya fisik mapun sumber daya manusia yang dibutuhkan, selain itu juga sangat bermanfaat untuk menghidupkan kembali entitas perbankan dalam kapasitasnya sebagai perusahaan (hempel el al., 1994)
            Perlunya sistem penilaian resiko oleh suatu bank (Risk Rating System) baik melalui internal bank sendiri maupun melalui external rating agency agas kecukupan modal naik tidak terganggu dan dapat terhindar dari kebangkrutan (altman & saunders, 2001 : crouhy et al, 2001)
            Dunia perbankan merupakan bagian dari perekonomian indonesia yang mendapatkan peranan yang sangat besar saat itu karena kebijakan deregulasi saat itu menghasilkan dua dimensi yang sangat penting bagi dunia perbankan yaitu Pakjun dan Pakto. Esensi dan reformasi secara keseluruhan dalam sektor keuangan ini diwujudkan dalam UU no 7/1992 tentang perbankan. Pakjun menghapus pagu kredit sistem kredit bersaing disertai dengan subsidi bunga, serta mebiarkan masing-masing bank bersaing untuk menentukan suku bunga kredit dan penghimpunan dana kredit likuiditas juga tidak diberikan lagi, dengan maksud agar tercipta iklim yang mendorong persaingan yang sehat. Sedangkan pakto 1988 mencakup hal yang lebih luas karena merupakan serangkaian kebijakan yang penting dibidang moneter.           
            Kinerja sebuah perusahaan lebih banyak diukur berdasarkan rasio-rasio keuangan selama satu priode tertentu. Pengukuran berdasarkan rasio keuangan ini sangatlah bergantung pada metode atau perlakuan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan sehingga seringkali kinerja perusahaan terlihat baik dan meningkat, yang mana sebenarnya kinerja tidak mengalami peningktan dan penurunan.
            Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memiliki kemampuan mengelola kesempatan investasi dengan kemampuan memberikan tingkat pengembalian diatas tingkat pengembalian minimum yang diharapkan. Sementara pemberian nilai tambah merupakan opportunity cost (biaya kesempatan) yang hilang dari investor atas dananya. Biaya kesempatan itu timbul karena ketika investor memilih melakukan investasi atas dananya tersebut untuk keperluan konsumsinya saat ini atau kehilangan kesempatan menanamkan dananya di perusahaan lain yang mungkin perusahaan lain tersebut dapat memberikan hasil lebih dibandingkan dengan perusahaan tempat investor menanamkan modalnya saat ini.
            Terdapat berbagai cara mengukur kinerja perusahaan yang sudah dikenal seperti Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA). ROE dan ROA merupakan alat yang telah lama digunakan. Penggunaan ROE dan ROA sebagai pengukur kinerja memang sangat mudah dan sering digunakan namun memiliki distorsi sehingga sebaiknya tidak digunakan.
Berdasarkan beberapa hal diatas, perlu dicermati kembali apakah terdapat suatu alat ukur yang memadai unutk membuktikan pengukuran kinerja yang dilakukan sesuai dengan kondisi riil perusahaan yang diukur, diman dalam hal ini Economic Value Added (EVA) sebagai salah satu alat ukur menilai kinerja perusahaan memperkenalkan kosepnya untuk turut memperhitungkan adanya biaya modal dan juga melakukan penyesuaian-penyesuaian atas laporan keuangan  untuk meminimalisir distorsi atas sistem akuntansi dengan accrual basis.
            Dalam penelitian ini diambil sampel perusahaan yaitu, PT. Bank Mandiri Tbk Mataram. Jika dikaitkan dengan pencapaian asset, maka manajemen perusahaan memerlukan suatu penilain kinerja yang lebih akurat yang dapat meningkatkan kekayaan pemegang sahamnya bila tingkat pengembaliannya lebih besar daripada biaya kapitalisasi.
            Dengan melakukan penelitian dengan konsep EVA maka akan dilakukan simulasi penerapan konsep EVA untuk melihat seberapa besar nilai tambah yang telah diciptakan manajemen bagi perusahaan dan seberapa besar kemampuannya dalam meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan tersebut. Dengan kata lain bahwa penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja manajemen PT. Bank Mandiri Tbk, Mataram dan menilai seberapa besar kemampuannya dalam meningkatkan nilai tambah perusahaan dikaitkan dengan visi dan misi perusahaan.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian seperti yang telah dijelaskan dalam latar belakang diatas. Maka dapat dirumuskan permasalah sebagai berikut; ‘’Apakah metode Economic Value Added (EVA) dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan pada PT. Bank Mandiri Tbk, di Mataram

C.     Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, adapun tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui kinerja keuangan yang dinilai dengan  metode Economic Value added (EVA) saja.


D.    Manfaat Penelitian
a.       Bagi penulis
Untuk mengetahui lebih jauh tentang kinerja bank konvensional (PT. Bank Mandiri Tbk) dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA).

b.      Bagi Perusahaan
Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan, sehingga dapat dijadikan alat ukur dan dapat digunakan untuk melakukan perbaikan penyusunan rencana atau kebijakan masa yang akan datang agar hasil yang akan didapatkan pada masa mendatang bisa lebih naik dari tahun sebelumnya.

c.       Bagi Pembaca
Dapat menambah  wawasan mengenai pengaruh metode Economic Value Added (EVA) terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

d.      Riset Mendatang
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi refrensi bahan bacaan dan men
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan refrensi bagi penelitian selanjutnya yang ingin meneliti bidang yang sama















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


A.      TINJAUAN PENELITIAN TERDAHULU

Berikut ini adalah penjelasan tentang penelitian-penelitian terdahulu tentang pengaruh metode EVA terhadap penilaian kinerja keuangan:
                                                                                                
1.      Sharma, 2013
Peneltian yang dilakukan oleh sharma (2013) dengan judul “A Comparative Analysis of Traditional Measures of Financial Performance and Economic Value Added”. Penelitian ini dilakukan pada Infosys Technologies (Infosys), Bharat Heavy Electrical Limited (BHEL) dan ACC Limited. Variabel yang digunakan adalah Financial Performance dan EVA. Kesimpulan dari penelitian tersebut menjelaskan bahwa EVA telah diakui sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan yang sangat penting. Di Negara yang kondisi perekonomiannya telah maju EVA merupakan metode yang baik untuk digunakan oleh perusahaan sebagai alat ukur kinerja konvensional.

2.      Kurniati, 2009
Penelitian yang dilakukan oleh kurniati (2009) dengan judul “ Analisis Economic Value Added (EVA) untuk mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. Unilever, Tbk. Priode 2006-2008”, penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT. Unilever Tbk dengan menggunakan EVA menunjukkan nilai yang baik bagi perusahaan, yang ditunjukkan oleh kinerja keuangan yang mempunyai nilai EVA >0 (positif). Hal ini dikarenakan nilai laba operasi setelah pajak (NOPAT) lebih besar darpada biaya modal yang digunakan.

3.      Wahyudi, 2009
Penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi (2009) dengan judul “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Pendekatan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) periode tahun 2005-2007 (Studi pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk)”, penelitian ini dilakukan pada PT. Telkomsel Indonesia Tbk. Variabel yang digunakan adalah kinerja keuangan yang dihitung dengan menggunakan EVA dan MVA. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keungan perusahaan yang dihitung menggunakan EVA dan MVA sama-sama bernilai positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan PT. Telkomsel indonesia Tbk mengalami kenaikan setiap tahunnya.

4.      Kuncahyadi, 2009
Penelitian yang dilakukan oleh Kuncahyadi (2009) dengan judul “Analisis Economic Value Added Untuk mengukur Kinerja keuangan (Studi Komparatif Pada PT Aqua Golden Missisipi Tbk dan PT Indofood Sukses makmur Tbk)”, penelitian ini dilakukan pada PT Aqua Golden Missisipi Tbk dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang diukur dengan metode Economic Value Added (EVA). Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan yang lebih baik daripada kinerja keuangan PT. Aqua Golden Missisipi Tbk, yaitu pada tahun 2004-2006. Namun pada tahun 2003 dan 2007 PT. Aqua Golden Missisipi Tbk menjadi yang terbaik.

5.      Ulfah, 2010
Penelitian yang dilakukan oleh Ulfah (2010) dengan judul “Perbedaan Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) (Study pada PT. Telkom Tbk dan PT. Indosat Tbk periode 2005-2009)”, penelitian ini dilakukan pada sua perusahaan telekomunikasi yaitu pada PT. Telkom Tbk dan PT. Indosatt Tbk. Variabel yang digunakan adalah kinerja keuangan yang diukur menggunakan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA). Hasil dari penelitian tersebut menyimpulkan bahwa nilai EVA dan MVA yang diperoleh oleh PT. Telkom Tbk dan PT. Indosat Tbk mampu menciptakan nilai positif dan uji statistic Sample t-tes terdapat perbedaan hasil kinerja keuangan antara PT. Telkom Tbk dan PT. Indosat Tbk yang diukur menggunakan metode EVA dan MVA.

6.      Bakar, 2010
Penelitian yang dilakukan oleh Bakar (2010) dengan judul “Analisis Perbedaan Kinerja Perusahaan Telekomunikasi Dengan Menggunakan EVA, REVA, FVA, dan MVA”, penelitian ini dilakukan pada perusahaan Telekomunikasi yang Go Public di BEI yaitu PT. Telkom, PT. Indosat, PT.XL Axiata, PT. Bakrie Telecom, dan PT. Mobile 8 Telecom. Variabel yang digunakan adalah EVA, REVA, FVA, dan MVA untuk mmengukur kinerja perusahaan. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan empat metode pengukuran value added menunjukkan bahwa kelima perusahaan telekomunikasi memiliki kinerja keuangan yang berbeda yang berbeda baik nilai (besarnya, Rp) maupun kondisinya (positif atau negatif) dari tahun ke tahun dan adanya perbedaan kebijakan bisnis dalam pengelolaan keuangan dari kelima perusahaan telekomunikasi, terkait kebijkan : investasi, operasional, dan finansial, yang mempengaruhi nilai indikator pengukuran kinerja berbasis nilai tambah (value added).

7.      Rahmatika, 2013
Penelitian yang dilakukan oleh Rahmatika (2013) dengan judul “Analisis Perbandingan Kinerja Keunagan PT. Semen Indonesia Tbk. Dan PT Indocemen Tbk. Dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA), Financial Value Added (FVA), dan Shareholder Value Added (SVA)”, penelitian ini dilakukan pada PT. Semen Indonesia Tbk. Dan PT Indocement Tbk. Variable yang digunakan adalah kinerja keuangan yang dihitung dengan metode Economic Value Added (EVA), Added (FVA), dan Shareholder Value Added (SVA). Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode FVA dan SVA, kinerja keuangan PT. Indocement Tbk lebih baik daripada kinerja keuangan PT. Semen Indonesia Tbk. Sedangkan jika menggunkana metode EVA, maka kinerja keuangan PT. Semen Indonesia Tbk lebih baik daripada kinerja keuangan PT. Indocemen Tbk.
                                                                                       
a.    Persamaan penelitian

1.    Penelitian ini membahas tentang Anlisis kinerja keuangan dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA).
2.    Penelitian ini menggunakan metode Economis Value Added (EVA) untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan.

b.    Perbedaan Peneleitian (Diffrence Research)
1.    Penelitian dilakukan pada PT. Bank Mandiri Tbk, berbeda dari penelitian-penelitian sebelumnya.
B.   Gambaran Umum Tentang PT. Bank Mandiri Tbk

PT. Bank Mandiri Tbk adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beroperasi sebagai penyedia jasa keuangan di Indonesia. Layanan PT Bank Mandiri Republik Indonesia (BMRI) meliputi pembiayaan perdagangan, valuta asing, dan jasa kustodian, pengolahan kas, proses pembayaran, dan kartu debit dan kredit. BMRI menyediakan solusi keuangan lengkap untuk perusahaan swasta dan pemerintah, komersial, usaha kecil.
Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah yaitu : Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim, dan Bank Bapindo dilebur menjadi Bank Mandiri. Masing-masing dari keempat bank tersebut memainkan peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian indonesia sampai dengan hari ini, Bank mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian indonesia.
Segera setelah merger, bank mandiri melaksanakan proses konsolidasi secara menyeluruh. Pada saat itu, Bank Mandiri menutup 194 kantor cabang yang saling berdekatan dan mengurangi jumlah karyawan, dari jumlah gabungan 26.600 menjadi 17.620. Brand Bank Mandiri diimplementasikan secara sekaligus kesemua jaringan dan pada seluruh kegiatan periklanan dan promosi lainnya
Satu dari sekian banyak keberhasilan Bank Mandiri yang paling signifikan adalah keberhassilan dalam menyelesaikan implementasi sistem teknologi baru. Nasabah korporat Bank Mandiri sampai dengan saat ini massih mewakili kekuatan utama perekonomian indonesia. Menurut sektor usahannya, portofolio kredit korporasi terdiversifikasi dengan baik, dan secara khusus sangat aktif dalam sektor manufaktur food & Beverage, agrobisnis, konstruksi, kimia, dan tekstil.
Sejak berdirinnya, Bank mandiri telah bekerja keras untuk menciptakan tim manajmen yang kuat dan profesional yang bekerja berlandaskan pada prinsip-prinsip Good Corporate Governance yang telah diakui secara internasional.





A.      Laporan keuangan
1.      Pengertian Laporan Keuangan
Laporan Keuangan adalah 2 daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk satu perusahaan, kedua daftar itu adalah adalah neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau rugi laba. Kedua laporan ini juga dijadikan sebgai salah satu dasar dalam menilai posisi kekayaan, selain itu juga sebgai bahan pertimbngan dalam menentukan kebijakan dan keputusan untuk periode selanjutnnya.
a.       Menurut munawir (2004) menjelaskan bahwa laporan keuangan pada dasrnnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebgai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktifitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan.
b.      Menurut Ridwan (2005) laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
c.       IAI (2009) terdapat penjelasan bahwa laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.

2.      Tujuan laporan keuangan
Pada 1978 FASB mengeluarkan pernyataan resmi tentang tujuan laporan keuangan. Secara rinci pernyataan tersebut berisi 63 paragraf sehingga akan terlalu panjang untuk diungkapkan. Secara garis besar, tujuan utama dari pernyataan tersebut menyatakan bahwa laporan keuangan harus memberikan informasi:
1.      Yang bermanfaat bagi investor maupun calon investor dan kreditur dalam mengambil keputusan kredit yang rasional.
2.      Menyeluruh kepada mereka yang mempunyai pemahaman yang memadai.
3.      Tentang bisnis maupun aktivitas ekonomi suatu entitas bagi yang menginginkan untuk mempelajari informasi tersebut.
4.      Tentang sumber daya ekonomik milik perusahaan, asal sumber daya tersebut, serta pengaruh transaksi atau kejadian yang merubah sumber daya dan hak atas sumber daya tersebut.
5.      Tentang kinerja keuangan perusahaan dalam satu periode.
6.      Untuk membantu pemakai laporan dalam mengakses jumlah, waktu, dan ketidakpastian penerimaan kas dari dividen atau bunga dan penerimaan dari penjualan atau penarikan kembali surat berharga atau pinjaman.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2007) tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Tujuan utama laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi
Dalam PSAK No. 1 tahun 2009 tujuan laporan keuangan adalah untuk menunjukkan hasil pertanggung jawaban manajmen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka, untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.
3.      Komponen Laporan Keuangan
Beberapa bentuk laporan keuangan yang umum digunakan perusahaan adalah :
a.       Neraca
Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, serta modal yang bertujuan untuk menunjukan posisi keuangan dari suatu perusahaan pada periode tertentu.
Menurut Bridwan (2005), neraca adalah alporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unti usaha pada tanggal tertentu, keadaan keuangan ini ditunjukkan dengan jumlah aset yang dimiliki perusahaan dan jumlah kewajiban perusahaan.
b.      Laporan Laba rugi
Laporan laba rugi merupakan catatan sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu umumnnya satu tahun.
c.        Laporan arus kas
Laporan arus kas adalah laporan yang berisikan sumber dan penggunaan kas selama suatu periode.
Tujuan utama laporan aliran arus kas adalah untuk menyajikan informasi relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode, (Baridwan,2005).
d.      Laporan Perubahan Modal
Menurut sumarsono 2004 menerangkan bahwa laporan perubahan modal adalah ikhtisar tentang perubahan modal yang terjadi selama jangka waktu tertentu, misalnnya satu bulan atau satu tahun. Dalam laporan perubahan modal dijelaskan mengenai modal awal dan besarnnya laba yang diperoleh sehingga mempengaruhi jumlah modal akhir.
e.       Catatan atas laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya. Catatan atas laporan keuangan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Beberapa komponen dalam laporan keuangan memerlukan penjelasan lebih agar tidak menimbulkan kekeliruan, misalnnya tetang metode penyusutan yang digunakan perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan.

4.      Sifat laporan keuangan
Kasmir 2010 menjelaskan bahwa dalam menyusun laporan keuangan harus dilakukan dengan kaidah yang berlaku, yakni bersifat historis serta menyeluruh. Bersifat historis artinya bahwa laporan keuangan dibuat dan disusun dari data masa lalu yang sudah lewat dari masa sekarang. Bersifat menyeluruh maksudnnya laporan keuangan dibuat selengkap mungkinsesuai standar yang dietetapkan.
5.      Keterbatasan Laporan keuangan
Laporan keuangan memiliki keterbatasan antara lain :
a.       Laporan keuangan yang dibuat secra periodik pada dasarnnya merupakan interim report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang bersifat sementara) dan bukan merupakan laporan yang final. Artinyya tidak menunjukkan nilai realisasi dimana terdapat pendapat-pendapat pribadi dari akuntan atau manajemen yang bersangkutan.
b.      Laporan keuangan menunjukkan angka dalam jumlah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnnya dasar penyususnannya dengan standar nilai yang mungkin berubah-ubah. Karena itu angka yang tercantum dalam laporan keuangan nilai buku yang belum tentu sama dengan harga pasar sekarang.
c.       Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu dan tanggal yang lalu dimana daya beli uang tersebut semakin menurun di banding dengan tahun-tahun sebelumnnya, sehingga kenaikan volume penjulan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu mencerminkan unit yang dijual semakin besar. Jadi suatu analisa denga membandingkan data dengan beberapa tahun tanpa membuat penyesuaian terhadap tingkat harga akan menghasilkan kesimpulan yang keliru.
d.      Laporan keuangan tidak mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dalam satuan uang, seperti reputasi dan prestasi perusahaan.

B.     Kinerja keuangan
Kinerja keuangan adalah Suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan tugasnya dengan menggunakan aturan-aturan dan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Sedangkan pengertian menrut Para ahli adalah :
1.        Kinerja keuangan adalah gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas (Jumingan, 2006:239).
2.        Kinerja keuangan perusahaan merupakan prestasi yang dicapai perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan tersebut (Sutrisno, 2009:53).
3.        Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Kinerja perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Hal ini sangat penting agar sumber daya digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan lingkungan (Fahmi, 2011:2).
Rangkaian aktivitas keuangan pada suatu periode tertentu dilaporkan dalam laporan keuangan di antaranya laporan laba-rugi dan neraca. Laporan laba rugi menggambarkan suatu aktivitas dalam satu tahun dan untuk neraca menggambarkan keadaan pada suatu saat akhir tahun tersebut atas perubahan kejadian dari tahun sebelumnya. Kinerja keuangan merupakan hasil nyata yang dicapai suatu badan usaha dalam suatu periode tertentu yang dapat mencerminkan tingkat kesehatan keuangan badan usaha tertentu dan dipergunakan untuk menunjukkan dicapainnya hasil yang positif.

Menurut Sugiono (2009:69), penilaian kinerja organisasi mengukur aspek keuangan dan non keuangan. Pengukuran tersebut didesain untuk menilai seberapa baik aktivitas yang berhasil dicapai dan dipusatkan pada tiga dimensi utama yaitu efisiensi, kualitas dan waktu.
1.      Konsep nilai tujuan perusahaan
a.       Menciptakan laba
b.      Meningkatkan nilai kurs pemegang saham

2.      Metode penilaian kinerja perusahaan, yang terdiri dari :
a.       NPV atau net present value adalah selisih antara present value aliran kas bersih atau sering disebut juga dengan proceed dengan present value investasi. Metode ini merupakan salah satu metode pendiskontoan aliran kas. Untuk menerapkan metode ini maka diperlukan terlebih dahulu menentukan discount rate yang akan digunakan.
b.      IRR atau Internal Rate of Return adalah tingkat discounto/discount rate yang menyamakan present value aliran bersih dengan present value investasi. Atau dengan kata lain sebagai tingkat kembalian internal dicari dengan cara trial and error atau interpolasi.
c.       EVA atau economic value added adalah merupakan ukuran kinerja yang menggabungkan perolehan nilai dengan biaya untuk memperoleh nilai tambah tersebut. EVA mencoba mengukur nilai tambah yang dihasilkan suatu perusahaan dengan cara mengurangi beban biaya modal (cost of capital) yang timbul sebagai akibat investasi yang dilakukan.






C.    Pengertian Economic Value Added (EVA) 
Metode EVA pertama kali dikembangkan oleh Stewart & Stern seorang analis keuangan dari perusahaan Stern Stewart & Co pada tahun 1993. Model EVA menawarkan parameter yang cukup objektif karena berangkat dari konsep biaya modal (cost of capital) yakni mengurangi laba dengan beban biaya modal, dimana beban biaya modal ini mencerminkan tingkat resiko perusahaan. Beban biaya modal ini juga mencerminkan tingkat kompensasi atau return yang diharapkan ivestor atas sejumlah investasi yang ditanamkan di perusahaan. Hasil perhitungan EVA yang positif merefleksikan tingkat return yang lebih tinggi daripada tingkat biaya modal.
Di Indonesia metode tersebut dikenal dengan metode NITAMI (Nilai Tambah Ekonomi). EVA/NITAMI adalah metode manajemen keuangan untuk mengukur laba ekonomi dalam suatu perusahaan yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta manakala perusahaan mampu memenuhi semua biaya operasi dan biaya modal (Tunggal,2001).
Ada beberapa pengertian EVA menurut beberapa ahli yaitu sebagai berikut,
1.    Menurut Utomo (1999)
Economic Value Added (EVA) adalah nilai tambah ekonomi yang diciptakan perusahaan dari kegiatan atau strateginya selama priode tertentu. Prinsip Economic Value Added (EVA) memberikan sistem pengukuran yang baik dalam menilai kinerja dan prestasi keuangan manajemen perusahaan. Karena EVA berhubungan langsung dengan nilai pasar suatu perusahaan.

2.      Gloria M (2007)
Economis Value Added (EVA) merupakan indikator tentang adanya penambahan nilai dari suatu investasi setiap tahun pada suatu perusahaan. EVA adalah nilai tambah ekonomis yang disiptakan perusahaan dari kegiatan atua strateginya selama periode tertentu dan merupakan salah satu cara untuk menilai kinerja keuangan.


3.    Menurut Brigham dan Houston (2013) mengemukakan definis EVA sebagai berikut :
“EVA didasarkan pada gagasan keuntungan ekonomis (juga dikenal sebagai penghasilan sisa/residual income) yang menyatakan, bahwa kekayaan hanya diciptakan ketika sebuah perusahaan meliputi biaya operasi dan biaya modal, dalam arti sempit, EVA benar-benar hanya merupakan cara alternatif untuk meninjau kinerja perusahaan”.

3.    Menurut Tunggal (2008:6) yang mengungkapkan EVA sebagai berikut:
1.      EVA merupakan tujuan korporat untuk meningkatkan nilai (Value) dari modal (capital) yang investor telah tanamkan dalam operasi usaha.
2.      EVA merupakan selisih dari laba operasi bersih setelah pajak (Net Operating After Tax) dikurangi dengan biaya modal (Cost of Capital).
3.      Apabila perusahaan memiliki nilai EVA positif, maka dapat dikatakan bahwa manajemen telah menciptakan nilai.

Dari definis diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa EVA merupakan estimasi laba ekonomis suatu perusahaan dari modal yang telah ditanamkan oleh pemegang saham dalam operasi perusahaan. Dalam menghitung EVA diperlukan tiga indikator yaitu laba operasi setelah pajak (NOPAT), biaya modal yang diinvestasikan (Invested Capital), dan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC).

1.      Net Operating Profit After Tax (NOPAT)
Net Operating Profit After Tax (NOPAT) atau laba operasi bersih setelah pajak merupakan sejumlah laba yang akan dihasilkan jika perusahaan tidak memiliki utang atau aset finansial.
NOPAT dapat dihitung sebagai berikut :

NOPAT = EBIT - (1-TARIF PAJAK)

Keterangan :
NOPAT     = Laba Bersih Setelah Paja
EBIT         = Laba Sebelum Pajak

b.    Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Weighted Average Cost of Capital (WACC)  adalah hasil penjumlahan dari hasil perkalian besarnya porsi masing-masing jenis modal dengan biaya modal yang bersangkutan. 

 WACC= BIAYA UTANG - (1-TARIF PAJAK)+BIAYA EKUITAS

Keterangan :
WACC       = Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang

            Economic Value Added (EVA) dapat dijabarkan sebagai berikut: Hanafi (2012;53)

              EVA =NOPAT- BIAYA MODAL


Dimana :
Biaya Modal        = Modal yang diinvestasikan X WACC
NOPAT               = Laba operasi sesudah pajak
WACC                = Biaya modal rata-rata tertimbang

            Atau menggunakan rumus :

             EVA = NOPAT - (WACC /RATA-RATA TERTIMBANG X MODAL INVESTASI)


            Dimana :
NOPAT               =  Laba operasi setelah pajak (Net Operating Profit After Tax)
WACC                = Biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of Capital)
Invested Capital = Besarnya Modal yang diinvestasikan dalam aktivitas operasional dan non-operasional perusahaan.

EVA akan bernilai positif apabila tingkat laba operasi melebihi biaya modal perusahaan. Jadi semakin tinggi nilai EVA berarti kinerja operasional perusahaan semakin baik dan sebaliknya apabila nilai EVA rendah berarti tingkat kinerja rendah. Apabila nilai EVA = nol berari, secara economis tingkat perusahaan dalam keadaan impas dimana tingkat laba operasi sama dengan biaya modal yang harus ditanggung perusahaan. Dengan kata lain dapat disimpulkan jika :
·      EVA>0, maka telah terjadi penambahan nilai ekonomis ke dalam perusahaan karena laba yang tersedia mampu memenuhi harapan-harapan penyedia dana.
·      EVA=0, maka secara ekonomis perusahaan dalam keadaan impas karena semua laba yang tersedia digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyedia dana baik kreditur maupun pemegang saham.
·      EVA<0, maka tidak ada nilai tambah pada perusahaan tersebut karena laba yang tersedia tidak memenuhi harapan penyedia dana terutama para pemegang saham.

Formula di atas menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh adalah nilai tambah yang bersih (net), yaitu nilai tambah yang dihasilkan sebelum pajak dikurangi dengan biaya modal. Jadi, metode EVA mencoba mengukur nilai tambah yang dihasilkan suatu perusahaan dengan mengurangi beban biaya mdoal (cost of capital) yang timbul sebagai akibat investasi yang dilakukan.
EVA memberikan pengukuran yang lebih baik atas nilai tambah yang diberikan perusahan kepada pemegang saham. Oleh karena itu manajer yang menitikberatkan pada EVA dapat diartikan telah beroperasi pada cara-cara yang konsisten untuk memaksimalkan kemakmuran pemegang saham.
Economic Value Added (EVA) adalah salah satu  cara untuk menilai kinerja keuangan. EVA merupakan Indikator tentang adanya penambahan nilai dari suatu investasi. EVA yang positif menunjukkan bahwa manajemen perushaan berhasil meningkatkan nilai perusahaan bagi pemilik perusahaan sesuai dengan tujuan manajemen keuangan memaksimumkan nilai perusahaan. EVA yang nilai negatif menunjukkan bahwa manajemen perusahaan beum berhasil meningkatkan nilai perusahaan bagi pemilik perusahaan sesuai dengan tujuan manajemen keuangan memaksimumkan nilai perusahaan, sedangkan EVA yang nol menunjukkan bahwa manajemen perusahaan tidak berhasil memaksimumkan nilai perusahaan.



D.    Kerangka Konseptual
PT. Bank Mandiri merupakan Bank Konvensional yang memiliki kegiatan menghimpun, dan menyalurkan dana dari dan kepada masyarakat. Menurut Undang-Undang Nomor  20 Tahun 1998 Bank Konvensional adalah bank yang melaksanakan kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
PT. Bank Mandiri Tbk adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beroperasi sebagai penyedia jasa keuangan di Indonesia. Dimana dalam mengetahui usaha jasanya maka bank perlu melakukan pengukuran kinerja keuangan, adapun metode pengukuran kinerja keuangan yang dilakukan oleh bank adalah dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA).
       Economic Value added (EVA) atau nilai tambah ekonomis diperoleh dari selisih antara laba operasi bersih setelah pajak (NOPAT) dengan biaya modal. Hasil perhitungan EVA yang positif menunujukkan tingkat pengembalian atas modal yang lebih tinggi daripada tingkat biaya modal, hal ini berarti bahwa bank mampu menciptakan nilai tambah bagi pemilik perusahaan berupa tambahan kekayaan. Sedangkan EVA yang negatif berarti total biaya modal perusahaan lebih besar daripada laba operasi setelah pajak yang diperolehnya, sehingga kinerja keuangan perusahaan tersebut tidak baik.
       Menurut (Stewart 1991) pengukuran kinerja yang terbaik adalah dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA). Sebab perbedaan utama antara EVA dengan Profit Measures konvensional adalah EVA tidak hanya menghitung Economic Profit dimana pendapatan harus mencakup beban operasi tetapi juga mencakup beban modal. Selain itu, EVA dapat menghilangkan distorsi dalam pengukuran laba berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
       Dibandingkan dengan pengukuran kinerja lain, EVA lebih baik karena menghubungkan semua pengambilan keputusan dengan fokus yang sama yaitu bagaimana meningkatkan EVA. Economic Value Added (EVA) memungkinkan semua keputusan manajemen dibuat, dimonitor, dikomunikasikan, dan dikompensasikan dalamcara yang konsisten yaitu memberikan nilai tambah atas investasi pemegang saham.
       Dengan menggunakan Economic Value Added (EVA) manager termotivasi untuk menciptakan Shareholder Value (nilai tambah terhadap pemegang saham mayoritas/minoritas). Sehingga dapat menguranngi benturan kepentingan antara manajer dengan pemegang saham.

E.     Hipotesis

1.      Sharma, 2013
Peneltian yang dilakukan oleh sharma (2013) dengan judul “A Comparative Analysis of Traditional Measures of Financial Performance and Economic Value Added”. Penelitian ini dilakukan pada Infosys Technologies (Infosys), Bharat Heavy Electrical Limited (BHEL) dan ACC Limited. Variabel yang digunakan adalah Financial Performance dan EVA. Kesimpulan dari penelitian tersebut menjelaskan bahwa EVA telah diakui sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan yang sangat penting. Di Negara yang kondisi perekonomiannya telah maju EVA merupakan metode yang baik untuk digunakan oleh perusahaan sebagai alat ukur kinerja konvensional.

2.      Kurniati, 2009
Penelitian yang dilakukan oleh kurniati (2009) dengan judul “ Analisis Economic Value Added (EVA) untuk mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. Unilever, Tbk. Priode 2006-2008”, penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT. Unilever Tbk dengan menggunakan EVA menunjukkan nilai yang baik bagi perusahaan, yang ditunjukkan oleh kinerja keuangan yang mempunyai nilai EVA >0 (positif). Hal ini dikarenakan nilai laba operasi setelah pajak (NOPAT) lebih besar darpada biaya modal yang digunakan.

3.      Wahyudi, 2009
Penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi (2009) dengan judul “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan Pendekatan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) periode tahun 2005-2007 (Studi pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk)”, penelitian ini dilakukan pada PT. Telkomsel Indonesia Tbk. Variabel yang digunakan adalah kinerja keuangan yang dihitung dengan menggunakan EVA dan MVA. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keungan perusahaan yang dihitung menggunakan EVA dan MVA sama-sama bernilai positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan PT. Telkomsel indonesia Tbk mengalami kenaikan setiap tahunnya.



4.      Kuncahyadi, 2009
Penelitian yang dilakukan oleh Kuncahyadi (2009) dengan judul “Analisis Economic Value Added Untuk mengukur Kinerja keuangan (Studi Komparatif Pada PT Aqua Golden Missisipi Tbk dan PT Indofood Sukses makmur Tbk)”, penelitian ini dilakukan pada PT Aqua Golden Missisipi Tbk dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang diukur dengan metode Economic Value Added (EVA). Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan yang lebih baik daripada kinerja keuangan PT. Aqua Golden Missisipi Tbk, yaitu pada tahun 2004-2006. Namun pada tahun 2003 dan 2007 PT. Aqua Golden Missisipi Tbk menjadi yang terbaik.

Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
Ha : Kinerja Keuangan PT. Bank Mandiri Tbk pada priode 2015-2016 mempunyai nilai tambah ekonomis dalam peningkatan kinerja keuangan perusahaan yang ditinjau dengan metode Economic Value Added (EVA).


















 
BAB III
METODELOGI PENELITIAN

A.      Jenis Penelitian
Metode dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif karena penelitian ini mendiskripsikan angka-angka dalam laporan keuangan kedalam tulisan kemudian dari hasil pendiskripsian tersebut, dapat diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya.

B.       Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada PT Bank Mandiri Tbk yang ada di Jl. Pejanggik, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Pertimbangan – pertimbangan untuk memilih lokasi ini yaitu:
1.        PT Bank Mandiri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beroperasi sebagai penyedia jasa keuangan di Indonesia. Layanan PT Bank Mandiri Republik Indonesia (BMRI) meliputi pembiayaan perdagangan, valuta asing, dan jasa kustodian, pengolahan kas, proses pembayaran, dan kartu debit dan kredit. BMRI menyediakan solusi keuangan lengkap untuk perusahaan swasta dan pemerintah, komersial, usaha kecil.
2.        Lokasi penelitian yang cukup dekat dengan peneliti memungkinkan lebih cepat dalam memperoleh data yang dibutuhkan dan meminimalisasi biaya pengumpulan data.
3.        Sesuai dengan permasalahan yang diteliti yaitu pengaruh analisis rasio keuangan terhadap kinerja keuangan merupakan permasalahan yang menarik dan belum pernah diteliti oleh pihak lain.
C.    Populasi dan Sampel Penelitian
1.      Populasi Penelitian
Populasi adalah objek  generalisasi yang terdiri atas objek atau subyek yang mempunya kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Hidayat, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah hanya berfokus kepada PT. Bank Mandiri Tbk Mataram.
2.      Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian yang di ambil dari keseluruhan obyek yang diteliti dan di anggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2012). Sampel dalam penelitian ini adalah hanya berfokus kepada PT. Bank Mandiri Tbk Mataram.
D.    Jenis dan Sumber Data
1.      Jenis Data
Data Kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar (Sugiyono, 2014). Data kualitatif yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan.
2.      Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek penelitian (Riwidikdo, 2012). Data sekunder dalam penelitian ini berupa laporan tahunan yang disajikan oleh PT. Bank Mandiri Tbk, Mataram tahun 2015-2016.

E.     Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dalam mengumpulkan informasi atau data yang mendukung penelitian, Menurut Wandansari (2013) metode dokumentasi adalah cara mengumpulkan data dengan mencatat data-data yang sudah ada. Dokumen tersebut meliputi laporan, berbagai artikel, koran ataupun jurnal yang berkaitand dengan topik penelitian.

F.     Definisi Operasional variabel dan Pengukuran
a.      Metode Economic Value Added (EVA)
Economis Value Added (EVA) merupakan indikator tentang adanya penambahan nilai dari suatu investasi setiap tahun pada suatu perusahaan. EVA adalah nilai tambah ekonomis yang disiptakan perusahaan dari kegiatan atua strateginya selama periode tertentu dan merupakan salah satu cara untuk menilai kinerja keuangan (Gloria M : 20017). Menurut Tunggal (2008:6) yang mengungkapkan EVA sebagai berikut:
1.        EVA merupakan tujuan korporat untuk meningkatkan nilai (Value) dari modal (capital) yang investor telah tanamkan dalam operasi usaha.
2.        EVA merupakan selisih dari laba operasi bersih setelah pajak (Net Operating After Tax) dikurangi dengan biaya modal (Cost of Capital).
3.        Apabila perusahaan memiliki nilai EVA positif, maka dapat dikatakan bahwa manajemen telah menciptakan nilai tambah.
Metode Economic Value Added (EVA) dalang bersifat penelitian ini merupakan variabel yang bersifat kualitatif (Data yang berisi kata, kalimat, skema, dan gambar).

b.      Kinerja Keuangan perusahaan
Kinerja keuangan adalah Suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan tugasnya dengan menggunakan aturan-aturan dan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Menurut Fahmi (2011) Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Kinerja perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Hal ini sangat penting agar sumber daya digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan lingkungan. Analisis Keuangan yang digunakan adalah Economic Value Added (EVA)


G.    Metode Analisis Data
Untuk mengolah data laporan keangan yang telah dikumpulkan dari hasil penelitian, penulis menggunakan metode analisis kinerja keuangan dengan metode Economic Value Added (EVA) dengan Rumus :
1.      Net Operating Profit After Tax (NOPAT)
Net Operating Profit After Tax (NOPAT) atau laba operasi bersih setelah pajak merupakan sejumlah laba yang akan dihasilkan jika perusahaan tidak memiliki utang atau aset finansial.
NOPAT dapat dihitung sebagai berikut :

            NOPAT =  EBIT (  1  -  TARIF PAJAK  )

2.    Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Weighted Average Cost of Capital (WACC)  adalah hasil penjumlahan dari hasil perkalian besarnya porsi masing-masing jenis modal dengan biaya modal yang bersangkutan. 

              WACC=   BIAYA UTANG  (   1  - TARIF PAJAK  )    +  BIAYA EKUITAS


3.      Economic Value Added (EVA) dapat dijabarkan sebagai berikut: Hanafi (2012;53)

             EVA = NOPAT  -  BIAYA MODAL

Dimana :
Biaya Modal        = Modal yang diinvestasikan X WACC
NOPAT               = Laba operasi sesudah pajak
WACC                = Biaya modal rata-rata tertimbang

            Atau menggunakan rumus :

              EVA  =  NOPAT –  (WACC   X   MODAL YANG DIINVESTASIKAN)

            Dimana :
NOPAT               =  Laba operasi setelah pajak (Net Operating Profit After Tax)
WACC                = Biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of Capital)
Invested Capital = Besarnya Modal yang diinvestasikan dalam aktivitas operasional dan non-operasional perusahaan.

EVA akan bernilai positif apabila tingkat laba operasi melebihi biaya modal perusahaan. Jadi semakin tinggi nilai EVA berarti kinerja operasional perusahaan semakin baik dan sebaliknya apabila nilai EVA rendah berarti tingkat kinerja rendah. Apabila nilai EVA = nol berari, secara economis tingkat perusahaan dalam keadaan impas dimana tingkat laba operasi sama dengan biaya modal yang harus ditanggung perusahaan. Dengan kata lain dapat disimpulkan jika :
·      EVA>0, maka telah terjadi penambahan nilai ekonomis ke dalam perusahaan karena laba yang tersedia mampu memenuhi harapan-harapan penyedia dana.
·      EVA=0, maka secara ekonomis perusahaan dalam keadaan impas karena semua laba yang tersedia digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyedia dana baik kreditur maupun pemegang saham.
·      EVA<0, maka tidak ada nilai tambah pada perusahaan tersebut karena laba yang tersedia tidak memenuhi harapan penyedia dana terutama para pemegang saham.

Formula di atas menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh adalah nilai tambah yang bersih (net), yaitu nilai tambah yang dihasilkan sebelum pajak dikurangi dengan biaya modal. Jadi, metode EVA mencoba mengukur nilai tambah yang dihasilkan suatu perusahaan dengan mengurangi beban biaya mdoal (cost of capital) yang timbul sebagai akibat investasi yang dilakukan.
EVA memberikan pengukuran yang lebih baik atas nilai tambah yang diberikan perusahan kepada pemegang saham. Oleh karena itu manajer yang menitikberatkan pada EVA dapat diartikan telah beroperasi pada cara-cara yang konsisten untuk memaksimalkan kemakmuran pemegang saham.

H.    Analisis Penerapan Economic Value Added (EVA) pada PT. Bank Mandiri Tbk
1.      Mengindentifikasi indikator-indikator metode Economic Value Added (EVA) pada laporan keuangan tahunan PT. Bank Mandiri Tbk .
2.      Melakukan perhitungan terhadap indikator-indikator dalam laporan keuangan yang berhubungan dengan NOPAT maupun WACC.











DAFTAR PUSTAKA

Jumingan. 2006. Analisis Laporan Keuangan, Cetakan Pertama, PT. Bumi Aksara. .Jakarta
Ang, Robert. 2010. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia 7 th. Edition. Jakarta : Media Soft Indonesia. Arifin, Ali. 2007.
Kasmir. 2014. Analisis Laporan Keuangan. Penerbit Raja Grafindo Persada. Jakarta
Sawir. 2001. Analisis kinerja keuangan perusahaan. Jakarta: gramedia Pustaka Utama
Baridwan, Zaki. 2005. Intermediet Accounting. Yogyakarta:Graha Ilmu. Bastian, Indra. 2006.
Agnes Sawir. (2005). Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan. Perusahaan. PT Gramedia Pustaka, Jakarta.
Martono. 2007. Manajemen Keuangan.  Yogyakarta: EKONISIA
Buku. Fahmi, Irham. 2011. “Analisis Laporan Keuangan”. Bandung: Alfabeta. Ghozali, Imam. 2008.
Munawir. 2004. Analisis Laporan Keuangan. Liberty, Yogyakarta
Ridwan. 2005. Jenis – Jenis Laporan keuangan. Jakarta: Balai Pustaka
Kasmir. 2010. Analisis Laporana keuangan. Penerbit Raja Grafindo Persada. Jakarta
Heriyanto.2001. Sistem Manajemen Basis Data. Bandung
http://www.bankmandiri.co.id/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gambar