PENILAIAN
KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN
METODE
ECONOMIC VALUE ADDED (EVA)
(STUDI PADA PT. BANK MANDIRI Tbk )
DISUSUN OLEH
1.
AHYAN ZOHROYANI (A1C114004)
2.
BAIQ AYU PURNIATI (A1C114015)
3.
EKO WIBOWO (A1C114019)
4.
EVA WIWIN ANDRIANI (A1C114022)
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MATARAM
TAHUN 2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami
dapat menyelesaikan Proposal ini pada waktunya tanpa hambatan, Proposal ini
berjudul tentang “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Menggunakan
Metode Economic Value Added (EVA)
Pada PT. Bank Mandiri Tbk, di Mataram”. Kami sangat berharap Proposal ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Analisis
Kinerja Keuangan Menggunakan Metode Economic
value Added (EVA). Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam Proposal
ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan Proposal yang telah
kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna
tanpa saran yang membangun.
Semoga Proposal ini dapat dipahami bagi
siapapun yang membacanya. Sekiranya Proposal yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon
kritik dan saran yang membangun dari anda demi perbaikan Proposal kami ini di
waktu yang akan datang.
Mataram, 24 Juni
2017
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar........................................................................................................... i
Daftar isi...................................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan................................................................................................... 1
A. Latar
Belakang................................................................................................. 1
B. Rumusan
Masalah............................................................................................. 2
C. Tujuan
Penelitian.............................................................................................. 2
D. Manfaat
Penelitian............................................................................................ 2
BAB II Tinjauan Pustaka.......................................................................................... 4
A. Gambaran Umum Tentang PT. Bank Mandiri Tbk......................................... 4
B. Laporan Keuangan.......................................................................................... 5
1. Pengertian
Laporan Keuangan.................................................................. 5
2. Tujuan
Laporan Keuangan........................................................................ 5
3. Komponen
laporan Keuangan................................................................... 5
4. Sifat
laporan Keuangan............................................................................. 6
5. Keterbatasan
Laporan Keuangan.............................................................. 7
C. Kinerja
Keuangan............................................................................................. 7
D. Pengukuran
Kinerja Keuangan......................................................................... 8
E. Jenis-jenis
Analisis Rasio keuangan.................................................................. 9
1. Rasio
Likuiditas....................................................................................... 9
2. Rasio
Solvabilitas..................................................................................... 10
3. Rasio
Profitabilitas................................................................................... 12
4. Rasio
Aktivitas......................................................................................... 14
F. Prosedur
Analisis.............................................................................................. 15
G.
Metode dan Teknik Analisis Dalam Kinerja Keuangan................................... 17
H.
Penilaian Kinerja Keuangan............................................................................. 18
BAB III Metodologi Penelitian.................................................................................. 19
A. Metode
Penelitian............................................................................................. 19
B. Lokasi
Penelitian ............................................................................................. 19
C. Objek
Penelitian............................................................................................... 19
D. Prosedur
Pengambilan Data............................................................................. 19
E. Teknik
Analisa data.......................................................................................... 20
Daftar Pustaka............................................................................................................ 21
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Analisis
rasio keuangan merupakan suatu alat ukur atau cara yang paling umum digunakan
dalam membuat analisis laporan keuangan. Analisis rasio menggambarkan hubungan
matematis antara suatu jumlah dengan jumlah lainnya. Karena penginterpretasikan
terhadap rasio-rasio ini cukup kompleks, maka keefektifan rasio keuangan ini
sebagai suatu alat analisis sangat tergantung dan kemampan dan keahlian
analisis dalam menginterpretasikan.
Untuk
menilai kinerja perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan yang disajikan
oleh pihak manajemen perusahaan. Dalam neraca dapat dilihat apakah jumlah
harta, hutang dan modal perusahaan bertambah ataupun berkurang, semua tergambar
didalamnya. Untuk melihat apakah operasi perusahaan selama periode tertentu
mengalami kerugian atau tidak, dapat dilihat dalam laporan laba rugi.
Laporan keuangan dapat dianalisa
dengan alat perhitungan berupa rasio-rasio keuangan. Salah satu metode analisis
adalah dengan menggunakan analisis rasio yaitu dengan menganalisis hubungan
antara, satu pos dengan pos lainnya didalam laporan keuangan, yang dapat
memberikan petunjuk gejala-gejala mengenai kondisi keuangan perusahaan.
Sehingga angka dari hasil analisis rasio laporan keuangan dapat menunjukkan
aktivitas perusahaan dalam keasaan menguntungkan atau tidak, Namun dengan
mengetahui rasio keuangan yang dinilai tidak wajar maka penyebabnya
keberhasilan atau kesulitan perusahaan, dapat diketahui dengan meneliti yang
lebih dalam.
Oleh karena itu, PT. Bank Mandiri
Tbk, di Mataram ini juga harus memperhatikan kewajiban seperti dengan melakukan
evaluasi kinerja keuangannya. Analisis kinerja keuangan tersebut sangat sangat
diperlukan dan juga evaluasi yang diperoleh dapat dijadikan sebagai salah satu
informasi dalam pengambilan keputusan manajemen, selain itu juga dengan
dilakukan pengevaluasian kinerja ini diharapkan mampu mencapai komitmen kinerja
keuangnya.yang
Secara teori, modal memang penting
(fundamental) dan merupakan bagian yang sangat vital bagi dunia perbankan.
Modal Bank akan memungkinkan suatu bank salam mengatur entitas perbankan
tersebut melalui penyaluran dana yang dibutuhkan untuk mendapatkan sumber daya
fisik mapun sumber daya manusia yang dibutuhkan, selain itu juga sangat
bermanfaat untuk menghidupkan kembali entitas perbankan dalam kapasitasnya
sebagai perusahaan (hempel el al., 1994)
Perlunya sistem penilaian resiko
oleh suatu bank (Risk Rating System) baik melalui internal bank sendiri maupun
melalui external rating agency agas kecukupan modal naik tidak terganggu dan
dapat terhindar dari kebangkrutan (altman & saunders, 2001 : crouhy et al,
2001)
Dunia perbankan merupakan bagian dari perekonomian
indonesia yang mendapatkan peranan yang sangat besar saat itu karena kebijakan
deregulasi saat itu menghasilkan dua dimensi yang sangat penting bagi dunia
perbankan yaitu Pakjun dan Pakto. Esensi dan reformasi secara keseluruhan dalam
sektor keuangan ini diwujudkan dalam UU no 7/1992 tentang perbankan. Pakjun
menghapus pagu kredit sistem kredit bersaing disertai dengan subsidi bunga,
serta mebiarkan masing-masing bank bersaing untuk menentukan suku bunga kredit
dan penghimpunan dana kredit likuiditas juga tidak diberikan lagi, dengan
maksud agar tercipta iklim yang mendorong persaingan yang sehat. Sedangkan
pakto 1988 mencakup hal yang lebih luas karena merupakan serangkaian kebijakan
yang penting dibidang moneter.
Kinerja sebuah perusahaan lebih banyak diukur berdasarkan
rasio-rasio keuangan selama satu priode tertentu. Pengukuran berdasarkan rasio
keuangan ini sangatlah bergantung pada metode atau perlakuan akuntansi yang
digunakan dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan sehingga seringkali
kinerja perusahaan terlihat baik dan meningkat, yang mana sebenarnya kinerja
tidak mengalami peningktan dan penurunan.
Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memiliki
kemampuan mengelola kesempatan investasi dengan kemampuan memberikan tingkat
pengembalian diatas tingkat pengembalian minimum yang diharapkan. Sementara
pemberian nilai tambah merupakan opportunity
cost (biaya kesempatan) yang hilang dari investor atas dananya. Biaya
kesempatan itu timbul karena ketika investor memilih melakukan investasi atas
dananya tersebut untuk keperluan konsumsinya saat ini atau kehilangan
kesempatan menanamkan dananya di perusahaan lain yang mungkin perusahaan lain
tersebut dapat memberikan hasil lebih dibandingkan dengan perusahaan tempat
investor menanamkan modalnya saat ini.
Terdapat berbagai cara mengukur kinerja perusahaan yang
sudah dikenal seperti Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA). ROE dan
ROA merupakan alat yang telah lama digunakan. Penggunaan ROE dan ROA sebagai
pengukur kinerja memang sangat mudah dan sering digunakan namun memiliki
distorsi sehingga sebaiknya tidak digunakan.
Berdasarkan beberapa
hal diatas, perlu dicermati kembali apakah terdapat suatu alat ukur yang
memadai unutk membuktikan pengukuran kinerja yang dilakukan sesuai dengan
kondisi riil perusahaan yang diukur, diman dalam hal ini Economic Value Added (EVA)
sebagai salah satu alat ukur menilai kinerja perusahaan memperkenalkan kosepnya
untuk turut memperhitungkan adanya biaya modal dan juga melakukan
penyesuaian-penyesuaian atas laporan keuangan
untuk meminimalisir distorsi atas sistem akuntansi dengan accrual basis.
Dalam penelitian ini diambil sampel perusahaan yaitu, PT.
Bank Mandiri Tbk Mataram. Jika dikaitkan dengan pencapaian asset, maka
manajemen perusahaan memerlukan suatu penilain kinerja yang lebih akurat yang
dapat meningkatkan kekayaan pemegang sahamnya bila tingkat pengembaliannya
lebih besar daripada biaya kapitalisasi.
Dengan melakukan penelitian dengan konsep EVA maka akan
dilakukan simulasi penerapan konsep EVA untuk melihat seberapa besar nilai
tambah yang telah diciptakan manajemen bagi perusahaan dan seberapa besar
kemampuannya dalam meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan tersebut. Dengan
kata lain bahwa penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja manajemen PT.
Bank Mandiri Tbk, Mataram dan menilai seberapa besar kemampuannya dalam
meningkatkan nilai tambah perusahaan dikaitkan dengan visi dan misi perusahaan.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian
seperti yang telah dijelaskan dalam latar belakang diatas. Maka dapat
dirumuskan permasalah sebagai berikut; ‘’Apakah metode Economic Value Added (EVA) dapat digunakan untuk menilai kinerja
keuangan pada PT. Bank Mandiri Tbk, di Mataram
C.
Tujuan penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah diatas, adapun tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui
kinerja keuangan yang dinilai dengan metode Economic
Value added (EVA) saja.
D.
Manfaat Penelitian
a. Bagi
penulis
Untuk
mengetahui lebih jauh tentang kinerja bank konvensional (PT. Bank Mandiri Tbk)
dengan menggunakan metode Economic Value
Added (EVA).
b. Bagi
Perusahaan
Hasil penelitian
diharapkan mampu memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan, sehingga
dapat dijadikan alat ukur dan dapat digunakan untuk melakukan perbaikan
penyusunan rencana atau kebijakan masa yang akan datang agar hasil yang akan
didapatkan pada masa mendatang bisa lebih naik dari tahun sebelumnya.
c. Bagi
Pembaca
Dapat menambah wawasan mengenai pengaruh metode Economic Value Added (EVA) terhadap peningkatan kinerja perusahaan.
d. Riset
Mendatang
Diharapkan hasil
penelitian ini dapat menjadi refrensi bahan bacaan dan men
Penelitian ini diharapkan dapat
menjadi tambahan refrensi bagi penelitian selanjutnya yang ingin meneliti
bidang yang sama
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
A.
TINJAUAN
PENELITIAN TERDAHULU
Berikut
ini adalah penjelasan tentang penelitian-penelitian terdahulu tentang pengaruh
metode EVA terhadap penilaian kinerja keuangan:
1.
Sharma, 2013
Peneltian
yang dilakukan oleh sharma (2013) dengan judul “A Comparative Analysis of Traditional Measures of Financial Performance
and Economic Value Added”. Penelitian ini dilakukan pada Infosys
Technologies (Infosys), Bharat Heavy Electrical Limited (BHEL) dan ACC Limited.
Variabel yang digunakan adalah Financial Performance dan EVA. Kesimpulan dari
penelitian tersebut menjelaskan bahwa EVA telah diakui sebagai alat ukur
kinerja keuangan perusahaan yang sangat penting. Di Negara yang kondisi
perekonomiannya telah maju EVA merupakan metode yang baik untuk digunakan oleh
perusahaan sebagai alat ukur kinerja konvensional.
2.
Kurniati, 2009
Penelitian
yang dilakukan oleh kurniati (2009) dengan judul “ Analisis Economic Value
Added (EVA) untuk mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. Unilever, Tbk. Priode
2006-2008”, penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT.
Unilever Tbk dengan menggunakan EVA menunjukkan nilai yang baik bagi
perusahaan, yang ditunjukkan oleh kinerja keuangan yang mempunyai nilai EVA
>0 (positif). Hal ini dikarenakan nilai laba operasi setelah pajak (NOPAT)
lebih besar darpada biaya modal yang digunakan.
3.
Wahyudi, 2009
Penelitian
yang dilakukan oleh Wahyudi (2009) dengan judul “Analisis Kinerja Keuangan
Perusahaan Dengan Menggunakan Pendekatan Economic Value Added (EVA) dan Market
Value Added (MVA) periode tahun 2005-2007 (Studi pada PT. Telekomunikasi
Indonesia Tbk)”, penelitian ini dilakukan pada PT. Telkomsel Indonesia Tbk.
Variabel yang digunakan adalah kinerja keuangan yang dihitung dengan menggunakan
EVA dan MVA. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keungan
perusahaan yang dihitung menggunakan EVA dan MVA sama-sama bernilai positif.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan PT. Telkomsel
indonesia Tbk mengalami kenaikan setiap tahunnya.
4.
Kuncahyadi, 2009
Penelitian
yang dilakukan oleh Kuncahyadi (2009) dengan judul “Analisis Economic Value
Added Untuk mengukur Kinerja keuangan (Studi Komparatif Pada PT Aqua Golden
Missisipi Tbk dan PT Indofood Sukses makmur Tbk)”, penelitian ini dilakukan
pada PT Aqua Golden Missisipi Tbk dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Variabel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang diukur dengan
metode Economic Value Added (EVA). Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan
bahwa kinerja keuangan yang lebih baik daripada kinerja keuangan PT. Aqua
Golden Missisipi Tbk, yaitu pada tahun 2004-2006. Namun pada tahun 2003 dan
2007 PT. Aqua Golden Missisipi Tbk menjadi yang terbaik.
5.
Ulfah, 2010
Penelitian
yang dilakukan oleh Ulfah (2010) dengan judul “Perbedaan Kinerja Keuangan
Dengan Menggunakan Economic Value Added
(EVA) dan Market Value Added (MVA)
(Study pada PT. Telkom Tbk dan PT. Indosat Tbk periode 2005-2009)”, penelitian
ini dilakukan pada sua perusahaan telekomunikasi yaitu pada PT. Telkom Tbk dan
PT. Indosatt Tbk. Variabel yang digunakan adalah kinerja keuangan yang diukur
menggunakan Economic Value Added
(EVA) dan Market Value Added (MVA). Hasil dari penelitian tersebut menyimpulkan
bahwa nilai EVA dan MVA yang diperoleh oleh PT. Telkom Tbk dan PT. Indosat Tbk
mampu menciptakan nilai positif dan uji statistic Sample t-tes terdapat perbedaan hasil kinerja keuangan antara PT.
Telkom Tbk dan PT. Indosat Tbk yang diukur menggunakan metode EVA dan MVA.
6.
Bakar, 2010
Penelitian
yang dilakukan oleh Bakar (2010) dengan judul “Analisis Perbedaan Kinerja
Perusahaan Telekomunikasi Dengan Menggunakan EVA, REVA, FVA, dan MVA”,
penelitian ini dilakukan pada perusahaan Telekomunikasi yang Go Public di BEI yaitu PT. Telkom, PT. Indosat, PT.XL Axiata, PT. Bakrie Telecom,
dan PT. Mobile 8 Telecom. Variabel yang digunakan adalah EVA, REVA, FVA, dan
MVA untuk mmengukur kinerja perusahaan. Dari penelitian tersebut dapat
disimpulkan bahwa dengan menggunakan empat metode pengukuran value added menunjukkan bahwa kelima
perusahaan telekomunikasi memiliki kinerja keuangan yang berbeda yang berbeda
baik nilai (besarnya, Rp) maupun kondisinya (positif atau negatif) dari tahun
ke tahun dan adanya perbedaan kebijakan bisnis dalam pengelolaan keuangan dari
kelima perusahaan telekomunikasi, terkait kebijkan : investasi, operasional,
dan finansial, yang mempengaruhi nilai indikator pengukuran kinerja berbasis
nilai tambah (value added).
7.
Rahmatika, 2013
Penelitian
yang dilakukan oleh Rahmatika (2013) dengan judul “Analisis Perbandingan
Kinerja Keunagan PT. Semen Indonesia Tbk. Dan PT Indocemen Tbk. Dengan
menggunakan metode Economic Value Added (EVA), Financial Value Added (FVA), dan Shareholder Value Added (SVA)”,
penelitian ini dilakukan pada PT. Semen Indonesia Tbk. Dan PT Indocement Tbk.
Variable yang digunakan adalah kinerja keuangan yang dihitung dengan metode Economic Value Added (EVA), Added (FVA), dan Shareholder Value Added (SVA). Dari penelitian tersebut dapat
disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode FVA dan SVA, kinerja keuangan PT.
Indocement Tbk lebih baik daripada kinerja keuangan PT. Semen Indonesia Tbk.
Sedangkan jika menggunkana metode EVA, maka kinerja keuangan PT. Semen
Indonesia Tbk lebih baik daripada kinerja keuangan PT. Indocemen Tbk.
a.
Persamaan
penelitian
1. Penelitian
ini membahas tentang Anlisis kinerja keuangan dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA).
2. Penelitian
ini menggunakan metode Economis Value
Added (EVA) untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan.
b. Perbedaan Peneleitian (Diffrence
Research)
1. Penelitian
dilakukan pada PT. Bank Mandiri Tbk, berbeda dari penelitian-penelitian
sebelumnya.
B. Gambaran
Umum Tentang PT. Bank Mandiri Tbk
PT. Bank Mandiri Tbk
adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beroperasi sebagai penyedia jasa
keuangan di Indonesia. Layanan PT Bank Mandiri Republik Indonesia (BMRI)
meliputi pembiayaan perdagangan, valuta asing, dan jasa kustodian, pengolahan
kas, proses pembayaran, dan kartu debit dan kredit. BMRI menyediakan solusi
keuangan lengkap untuk perusahaan swasta dan pemerintah, komersial, usaha
kecil.
Bank Mandiri didirikan
pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang
dilaksanakan oleh pemerintah indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah
yaitu : Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim, dan Bank Bapindo dilebur
menjadi Bank Mandiri. Masing-masing dari keempat bank tersebut memainkan peran
yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian indonesia sampai dengan
hari ini, Bank mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun
memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian indonesia.
Segera setelah merger,
bank mandiri melaksanakan proses konsolidasi secara menyeluruh. Pada saat itu,
Bank Mandiri menutup 194 kantor cabang yang saling berdekatan dan mengurangi
jumlah karyawan, dari jumlah gabungan 26.600 menjadi 17.620. Brand Bank Mandiri
diimplementasikan secara sekaligus kesemua jaringan dan pada seluruh kegiatan
periklanan dan promosi lainnya
Satu dari sekian banyak
keberhasilan Bank Mandiri yang paling signifikan adalah keberhassilan dalam
menyelesaikan implementasi sistem teknologi baru. Nasabah korporat Bank Mandiri
sampai dengan saat ini massih mewakili kekuatan utama perekonomian indonesia.
Menurut sektor usahannya, portofolio kredit korporasi terdiversifikasi dengan
baik, dan secara khusus sangat aktif dalam sektor manufaktur food &
Beverage, agrobisnis, konstruksi, kimia, dan tekstil.
Sejak berdirinnya, Bank
mandiri telah bekerja keras untuk menciptakan tim manajmen yang kuat dan
profesional yang bekerja berlandaskan pada prinsip-prinsip Good Corporate
Governance yang telah diakui secara internasional.
A.
Laporan
keuangan
1.
Pengertian
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan adalah 2 daftar yang disusun oleh akuntan pada
akhir periode untuk satu perusahaan, kedua daftar itu adalah adalah neraca atau
daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau rugi laba. Kedua laporan ini
juga dijadikan sebgai salah satu dasar dalam menilai posisi kekayaan, selain
itu juga sebgai bahan pertimbngan dalam menentukan kebijakan dan keputusan
untuk periode selanjutnnya.
a. Menurut
munawir (2004) menjelaskan bahwa laporan keuangan pada dasrnnya adalah hasil
dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebgai alat untuk berkomunikasi antara
data keuangan atau aktifitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan.
b. Menurut
Ridwan (2005) laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan
dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
c. IAI
(2009) terdapat penjelasan bahwa laporan keuangan adalah suatu penyajian
terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.
2.
Tujuan
laporan keuangan
Pada 1978 FASB mengeluarkan pernyataan resmi tentang
tujuan laporan keuangan. Secara rinci pernyataan tersebut berisi 63 paragraf
sehingga akan terlalu panjang untuk diungkapkan. Secara garis besar, tujuan
utama dari pernyataan tersebut menyatakan bahwa laporan keuangan harus
memberikan informasi:
1. Yang
bermanfaat bagi investor maupun calon
investor dan kreditur dalam mengambil keputusan kredit yang rasional.
2. Menyeluruh
kepada mereka yang mempunyai pemahaman yang memadai.
3. Tentang
bisnis maupun aktivitas ekonomi suatu entitas
bagi yang menginginkan untuk mempelajari informasi tersebut.
4. Tentang
sumber daya ekonomik milik perusahaan, asal sumber daya tersebut, serta
pengaruh transaksi atau kejadian yang merubah sumber daya dan hak atas sumber
daya tersebut.
5. Tentang
kinerja keuangan perusahaan dalam satu periode.
6. Untuk
membantu pemakai laporan dalam mengakses jumlah, waktu, dan ketidakpastian
penerimaan kas dari dividen atau
bunga dan penerimaan dari penjualan atau penarikan kembali surat berharga atau
pinjaman.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (Ikatan Akuntansi
Indonesia, 2007) tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi suatu perusahaan
yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan
ekonomi.
Tujuan utama laporan keuangan adalah untuk
memberikan informasi
Dalam PSAK No. 1 tahun 2009 tujuan
laporan keuangan adalah untuk menunjukkan hasil pertanggung jawaban manajmen
atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka, untuk memberikan
informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, arus kas entitas yang
bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan
keputusan ekonomi.
3.
Komponen
Laporan Keuangan
Beberapa bentuk laporan
keuangan yang umum digunakan perusahaan adalah :
a. Neraca
Neraca adalah laporan yang
sistematis tentang aktiva, hutang, serta modal yang bertujuan untuk menunjukan
posisi keuangan dari suatu perusahaan pada periode tertentu.
Menurut Bridwan (2005),
neraca adalah alporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unti usaha pada
tanggal tertentu, keadaan keuangan ini ditunjukkan dengan jumlah aset yang
dimiliki perusahaan dan jumlah kewajiban perusahaan.
b. Laporan
Laba rugi
Laporan laba rugi
merupakan catatan sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi laba yang
diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu umumnnya satu tahun.
c. Laporan arus kas
Laporan arus kas adalah
laporan yang berisikan sumber dan penggunaan kas selama suatu periode.
Tujuan utama laporan
aliran arus kas adalah untuk menyajikan informasi relevan tentang penerimaan
dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode, (Baridwan,2005).
d. Laporan
Perubahan Modal
Menurut sumarsono 2004
menerangkan bahwa laporan perubahan modal adalah ikhtisar tentang perubahan
modal yang terjadi selama jangka waktu tertentu, misalnnya satu bulan atau satu
tahun. Dalam laporan perubahan modal dijelaskan mengenai modal awal dan
besarnnya laba yang diperoleh sehingga mempengaruhi jumlah modal akhir.
e. Catatan
atas laporan Keuangan
Catatan atas laporan
keuangan berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan
lainnya. Catatan atas laporan keuangan ini merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari laporan keuangan. Beberapa komponen dalam laporan keuangan
memerlukan penjelasan lebih agar tidak menimbulkan kekeliruan, misalnnya tetang
metode penyusutan yang digunakan perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan.
4.
Sifat
laporan keuangan
Kasmir 2010 menjelaskan
bahwa dalam menyusun laporan keuangan harus dilakukan dengan kaidah yang
berlaku, yakni bersifat historis serta menyeluruh. Bersifat historis artinya
bahwa laporan keuangan dibuat dan disusun dari data masa lalu yang sudah lewat
dari masa sekarang. Bersifat menyeluruh maksudnnya laporan keuangan dibuat
selengkap mungkinsesuai standar yang dietetapkan.
5.
Keterbatasan
Laporan keuangan
Laporan
keuangan memiliki keterbatasan antara lain :
a. Laporan
keuangan yang dibuat secra periodik pada dasarnnya merupakan interim report
(laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang bersifat sementara) dan bukan
merupakan laporan yang final. Artinyya tidak menunjukkan nilai realisasi dimana
terdapat pendapat-pendapat pribadi dari akuntan atau manajemen yang
bersangkutan.
b. Laporan
keuangan menunjukkan angka dalam jumlah yang kelihatannya bersifat pasti dan
tepat, tetapi sebenarnnya dasar penyususnannya dengan standar nilai yang
mungkin berubah-ubah. Karena itu angka yang tercantum dalam laporan keuangan
nilai buku yang belum tentu sama dengan harga pasar sekarang.
c. Laporan
keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai
rupiah dari berbagai waktu dan tanggal yang lalu dimana daya beli uang tersebut
semakin menurun di banding dengan tahun-tahun sebelumnnya, sehingga kenaikan
volume penjulan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu mencerminkan unit yang
dijual semakin besar. Jadi suatu analisa denga membandingkan data dengan
beberapa tahun tanpa membuat penyesuaian terhadap tingkat harga akan
menghasilkan kesimpulan yang keliru.
d. Laporan
keuangan tidak mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi
keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dalam
satuan uang, seperti reputasi dan prestasi perusahaan.
B.
Kinerja
keuangan
Kinerja
keuangan adalah Suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu
perusahaan telah melaksanakan tugasnya dengan menggunakan aturan-aturan dan
pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Sedangkan pengertian menrut Para ahli adalah :
1.
Kinerja keuangan adalah gambaran kondisi
keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu baik menyangkut aspek
penghimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan indikator
kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas (Jumingan, 2006:239).
2.
Kinerja keuangan perusahaan merupakan
prestasi yang dicapai perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan
tingkat kesehatan perusahaan tersebut (Sutrisno, 2009:53).
3.
Kinerja keuangan adalah suatu analisis
yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan
dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Kinerja perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu
perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat
diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang
mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Hal ini sangat penting agar
sumber daya digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan lingkungan
(Fahmi, 2011:2).
Rangkaian
aktivitas keuangan pada suatu periode tertentu dilaporkan dalam laporan
keuangan di antaranya laporan laba-rugi dan neraca. Laporan laba rugi
menggambarkan suatu aktivitas dalam satu tahun dan untuk neraca menggambarkan
keadaan pada suatu saat akhir tahun tersebut atas perubahan kejadian dari tahun
sebelumnya. Kinerja keuangan merupakan hasil nyata yang dicapai suatu badan
usaha dalam suatu periode tertentu yang dapat mencerminkan tingkat kesehatan
keuangan badan usaha tertentu dan dipergunakan untuk menunjukkan dicapainnya
hasil yang positif.
Menurut
Sugiono (2009:69), penilaian kinerja organisasi mengukur aspek keuangan dan non
keuangan. Pengukuran tersebut didesain untuk menilai seberapa baik aktivitas
yang berhasil dicapai dan dipusatkan pada tiga dimensi utama yaitu efisiensi,
kualitas dan waktu.
1. Konsep
nilai tujuan perusahaan
a. Menciptakan
laba
b. Meningkatkan
nilai kurs pemegang saham
2. Metode
penilaian kinerja perusahaan, yang terdiri dari :
a. NPV
atau net present value adalah selisih
antara present value aliran kas
bersih atau sering disebut juga dengan proceed
dengan present value investasi.
Metode ini merupakan salah satu metode pendiskontoan aliran kas. Untuk
menerapkan metode ini maka diperlukan terlebih dahulu menentukan discount rate yang akan digunakan.
b. IRR
atau Internal Rate of Return adalah
tingkat discounto/discount rate yang
menyamakan present value aliran bersih
dengan present value investasi. Atau dengan kata lain sebagai tingkat
kembalian internal dicari dengan cara trial
and error atau interpolasi.
c. EVA
atau economic value added adalah
merupakan ukuran kinerja yang menggabungkan perolehan nilai dengan biaya untuk
memperoleh nilai tambah tersebut. EVA mencoba mengukur nilai tambah yang
dihasilkan suatu perusahaan dengan cara mengurangi beban biaya modal (cost of capital) yang timbul sebagai
akibat investasi yang dilakukan.
C.
Pengertian Economic Value Added (EVA)
Metode EVA
pertama kali dikembangkan oleh Stewart & Stern seorang analis keuangan dari
perusahaan Stern Stewart & Co pada tahun 1993. Model EVA menawarkan
parameter yang cukup objektif karena berangkat dari konsep biaya modal (cost of capital) yakni mengurangi laba
dengan beban biaya modal, dimana beban biaya modal ini mencerminkan tingkat
resiko perusahaan. Beban biaya modal ini juga mencerminkan tingkat kompensasi
atau return yang diharapkan ivestor atas sejumlah investasi yang ditanamkan di
perusahaan. Hasil perhitungan EVA yang positif merefleksikan tingkat return yang lebih tinggi daripada
tingkat biaya modal.
Di
Indonesia metode tersebut dikenal dengan metode NITAMI (Nilai Tambah Ekonomi).
EVA/NITAMI adalah metode manajemen keuangan untuk mengukur laba ekonomi dalam
suatu perusahaan yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta
manakala perusahaan mampu memenuhi semua biaya operasi dan biaya modal
(Tunggal,2001).
Ada
beberapa pengertian EVA menurut beberapa ahli yaitu sebagai berikut,
1. Menurut
Utomo (1999)
Economic
Value Added (EVA) adalah nilai tambah ekonomi yang
diciptakan perusahaan dari kegiatan atau strateginya selama priode tertentu.
Prinsip Economic Value Added (EVA)
memberikan sistem pengukuran yang baik dalam menilai kinerja dan prestasi
keuangan manajemen perusahaan. Karena EVA berhubungan langsung dengan nilai
pasar suatu perusahaan.
2. Gloria
M (2007)
Economis
Value Added (EVA) merupakan indikator tentang
adanya penambahan nilai dari suatu investasi setiap tahun pada suatu
perusahaan. EVA adalah nilai tambah ekonomis yang disiptakan perusahaan dari
kegiatan atua strateginya selama periode tertentu dan merupakan salah satu cara
untuk menilai kinerja keuangan.
3. Menurut
Brigham dan Houston (2013) mengemukakan definis EVA sebagai berikut :
“EVA
didasarkan pada gagasan keuntungan ekonomis (juga dikenal sebagai penghasilan
sisa/residual income) yang
menyatakan, bahwa kekayaan hanya diciptakan ketika sebuah perusahaan meliputi
biaya operasi dan biaya modal, dalam arti sempit, EVA benar-benar hanya
merupakan cara alternatif untuk meninjau kinerja perusahaan”.
3. Menurut
Tunggal (2008:6) yang mengungkapkan EVA sebagai berikut:
1. EVA
merupakan tujuan korporat untuk meningkatkan nilai (Value) dari modal (capital) yang investor telah tanamkan dalam
operasi usaha.
2.
EVA merupakan selisih dari laba
operasi bersih setelah pajak (Net
Operating After Tax) dikurangi dengan biaya modal (Cost of Capital).
3.
Apabila perusahaan memiliki nilai
EVA positif, maka dapat dikatakan bahwa manajemen telah menciptakan nilai.
Dari
definis diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa EVA merupakan estimasi laba
ekonomis suatu perusahaan dari modal yang telah ditanamkan oleh pemegang saham
dalam operasi perusahaan. Dalam menghitung EVA diperlukan tiga indikator yaitu
laba operasi setelah pajak (NOPAT), biaya modal yang diinvestasikan (Invested Capital), dan biaya modal
rata-rata tertimbang (WACC).
1.
Net
Operating Profit After Tax (NOPAT)
Net
Operating Profit After Tax (NOPAT) atau laba operasi bersih setelah
pajak merupakan sejumlah laba yang akan dihasilkan jika perusahaan tidak
memiliki utang atau aset finansial.
NOPAT
dapat dihitung sebagai berikut :
NOPAT = EBIT - (1-TARIF PAJAK)
Keterangan :
NOPAT = Laba Bersih
Setelah Paja
EBIT = Laba Sebelum
Pajak
b. Weighted Average Cost of Capital
(WACC)
Weighted
Average Cost of Capital (WACC)
adalah hasil penjumlahan dari hasil perkalian besarnya porsi
masing-masing jenis modal dengan biaya modal yang bersangkutan.
WACC= BIAYA UTANG - (1-TARIF PAJAK)+BIAYA EKUITAS
Keterangan
:
WACC
= Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang
Economic
Value Added (EVA) dapat dijabarkan sebagai berikut: Hanafi (2012;53)
EVA =NOPAT- BIAYA MODAL
Dimana
:
Biaya
Modal = Modal yang diinvestasikan X
WACC
NOPAT = Laba operasi sesudah pajak
WACC = Biaya modal rata-rata
tertimbang
Atau
menggunakan rumus :
EVA = NOPAT - (WACC /RATA-RATA TERTIMBANG X MODAL INVESTASI)
Dimana :
NOPAT =
Laba operasi setelah pajak (Net
Operating Profit After Tax)
WACC =
Biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted
Average Cost of Capital)
Invested Capital = Besarnya Modal yang
diinvestasikan dalam aktivitas operasional dan non-operasional perusahaan.
EVA akan bernilai positif apabila tingkat laba operasi melebihi
biaya modal perusahaan. Jadi semakin tinggi nilai EVA berarti kinerja
operasional perusahaan semakin baik dan sebaliknya apabila nilai EVA rendah
berarti tingkat kinerja rendah. Apabila nilai EVA = nol berari, secara economis
tingkat perusahaan dalam keadaan impas dimana tingkat laba operasi sama dengan
biaya modal yang harus ditanggung perusahaan. Dengan kata lain dapat
disimpulkan jika :
·
EVA>0, maka telah terjadi penambahan
nilai ekonomis ke dalam perusahaan karena laba yang tersedia mampu memenuhi
harapan-harapan penyedia dana.
·
EVA=0, maka secara ekonomis perusahaan
dalam keadaan impas karena semua laba yang tersedia digunakan untuk membayar
kewajiban kepada penyedia dana baik kreditur maupun pemegang saham.
·
EVA<0, maka tidak ada nilai tambah
pada perusahaan tersebut karena laba yang tersedia tidak memenuhi harapan
penyedia dana terutama para pemegang saham.
Formula di atas menunjukkan bahwa nilai
tambah yang diperoleh adalah nilai tambah yang bersih (net), yaitu nilai tambah
yang dihasilkan sebelum pajak dikurangi dengan biaya modal. Jadi, metode EVA
mencoba mengukur nilai tambah yang dihasilkan suatu perusahaan dengan
mengurangi beban biaya mdoal (cost of
capital) yang timbul sebagai akibat investasi yang dilakukan.
EVA memberikan pengukuran yang lebih baik
atas nilai tambah yang diberikan perusahan kepada pemegang saham. Oleh karena
itu manajer yang menitikberatkan pada EVA dapat diartikan telah beroperasi pada
cara-cara yang konsisten untuk memaksimalkan kemakmuran pemegang saham.
Economic Value Added (EVA) adalah salah
satu cara untuk menilai kinerja
keuangan. EVA merupakan Indikator tentang adanya penambahan nilai dari suatu
investasi. EVA yang positif menunjukkan bahwa manajemen perushaan berhasil
meningkatkan nilai perusahaan bagi pemilik perusahaan sesuai dengan tujuan
manajemen keuangan memaksimumkan nilai perusahaan. EVA yang nilai negatif
menunjukkan bahwa manajemen perusahaan beum berhasil meningkatkan nilai
perusahaan bagi pemilik perusahaan sesuai dengan tujuan manajemen keuangan
memaksimumkan nilai perusahaan, sedangkan EVA yang nol menunjukkan bahwa
manajemen perusahaan tidak berhasil memaksimumkan nilai perusahaan.
D.
Kerangka
Konseptual
PT. Bank Mandiri merupakan Bank Konvensional yang memiliki
kegiatan menghimpun, dan menyalurkan dana dari dan kepada masyarakat. Menurut
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1998 Bank
Konvensional adalah bank yang melaksanakan kegiatannya memberikan jasa dalam
lalu lintas pembayaran.
PT.
Bank Mandiri Tbk adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beroperasi sebagai
penyedia jasa keuangan di Indonesia. Dimana dalam mengetahui usaha jasanya maka
bank perlu melakukan pengukuran kinerja keuangan, adapun metode pengukuran
kinerja keuangan yang dilakukan oleh bank adalah dengan menggunakan metode
Economic Value Added (EVA).
Economic Value added (EVA) atau nilai tambah ekonomis diperoleh
dari selisih antara laba operasi bersih setelah pajak (NOPAT) dengan biaya
modal. Hasil perhitungan EVA yang positif menunujukkan tingkat pengembalian
atas modal yang lebih tinggi daripada tingkat biaya modal, hal ini berarti
bahwa bank mampu menciptakan nilai tambah bagi pemilik perusahaan berupa
tambahan kekayaan. Sedangkan EVA yang negatif berarti total biaya modal
perusahaan lebih besar daripada laba operasi setelah pajak yang diperolehnya,
sehingga kinerja keuangan perusahaan tersebut tidak baik.
Menurut (Stewart
1991) pengukuran kinerja yang terbaik adalah dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA). Sebab
perbedaan utama antara EVA dengan Profit
Measures konvensional adalah EVA tidak hanya menghitung Economic Profit dimana pendapatan harus mencakup beban operasi
tetapi juga mencakup beban modal. Selain itu, EVA dapat menghilangkan distorsi
dalam pengukuran laba berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Dibandingkan dengan
pengukuran kinerja lain, EVA lebih baik karena menghubungkan semua pengambilan
keputusan dengan fokus yang sama yaitu bagaimana meningkatkan EVA. Economic Value Added (EVA) memungkinkan
semua keputusan manajemen dibuat, dimonitor, dikomunikasikan, dan
dikompensasikan dalamcara yang konsisten yaitu memberikan nilai tambah atas
investasi pemegang saham.
Dengan menggunakan Economic Value Added (EVA) manager
termotivasi untuk menciptakan Shareholder
Value (nilai tambah terhadap pemegang saham mayoritas/minoritas). Sehingga
dapat menguranngi benturan kepentingan antara manajer dengan pemegang saham.
E.
Hipotesis
1.
Sharma, 2013
Peneltian
yang dilakukan oleh sharma (2013) dengan judul “A Comparative Analysis of Traditional Measures of Financial Performance
and Economic Value Added”. Penelitian ini dilakukan pada Infosys
Technologies (Infosys), Bharat Heavy Electrical Limited (BHEL) dan ACC Limited.
Variabel yang digunakan adalah Financial Performance dan EVA. Kesimpulan dari
penelitian tersebut menjelaskan bahwa EVA telah diakui sebagai alat ukur
kinerja keuangan perusahaan yang sangat penting. Di Negara yang kondisi
perekonomiannya telah maju EVA merupakan metode yang baik untuk digunakan oleh
perusahaan sebagai alat ukur kinerja konvensional.
2.
Kurniati, 2009
Penelitian
yang dilakukan oleh kurniati (2009) dengan judul “ Analisis Economic Value
Added (EVA) untuk mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. Unilever, Tbk. Priode
2006-2008”, penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT.
Unilever Tbk dengan menggunakan EVA menunjukkan nilai yang baik bagi
perusahaan, yang ditunjukkan oleh kinerja keuangan yang mempunyai nilai EVA
>0 (positif). Hal ini dikarenakan nilai laba operasi setelah pajak (NOPAT)
lebih besar darpada biaya modal yang digunakan.
3.
Wahyudi, 2009
Penelitian
yang dilakukan oleh Wahyudi (2009) dengan judul “Analisis Kinerja Keuangan
Perusahaan Dengan Menggunakan Pendekatan Economic Value Added (EVA) dan Market
Value Added (MVA) periode tahun 2005-2007 (Studi pada PT. Telekomunikasi
Indonesia Tbk)”, penelitian ini dilakukan pada PT. Telkomsel Indonesia Tbk.
Variabel yang digunakan adalah kinerja keuangan yang dihitung dengan
menggunakan EVA dan MVA. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa
kinerja keungan perusahaan yang dihitung menggunakan EVA dan MVA sama-sama
bernilai positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan
PT. Telkomsel indonesia Tbk mengalami kenaikan setiap tahunnya.
4.
Kuncahyadi, 2009
Penelitian
yang dilakukan oleh Kuncahyadi (2009) dengan judul “Analisis Economic Value
Added Untuk mengukur Kinerja keuangan (Studi Komparatif Pada PT Aqua Golden
Missisipi Tbk dan PT Indofood Sukses makmur Tbk)”, penelitian ini dilakukan
pada PT Aqua Golden Missisipi Tbk dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Variabel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang diukur dengan
metode Economic Value Added (EVA). Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan
bahwa kinerja keuangan yang lebih baik daripada kinerja keuangan PT. Aqua
Golden Missisipi Tbk, yaitu pada tahun 2004-2006. Namun pada tahun 2003 dan
2007 PT. Aqua Golden Missisipi Tbk menjadi yang terbaik.
Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang diajukan dalam
penelitian ini adalah:
Ha
: Kinerja Keuangan PT. Bank Mandiri Tbk pada priode 2015-2016 mempunyai nilai
tambah ekonomis dalam peningkatan kinerja keuangan perusahaan yang ditinjau
dengan metode Economic Value Added
(EVA).
BAB
III
METODELOGI
PENELITIAN
A.
Jenis
Penelitian
Metode
dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif karena penelitian ini
mendiskripsikan angka-angka dalam laporan keuangan kedalam tulisan kemudian
dari hasil pendiskripsian tersebut, dapat diolah dan dianalisis untuk diambil
kesimpulannya.
B.
Lokasi
Penelitian
Penelitian
ini dilakukan pada PT Bank Mandiri Tbk yang ada di Jl. Pejanggik, Kec. Mataram,
Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Pertimbangan
– pertimbangan untuk memilih lokasi ini yaitu:
1.
PT Bank Mandiri merupakan Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) beroperasi sebagai penyedia jasa keuangan di Indonesia.
Layanan PT Bank Mandiri Republik Indonesia (BMRI) meliputi pembiayaan
perdagangan, valuta asing, dan jasa kustodian, pengolahan kas, proses
pembayaran, dan kartu debit dan kredit. BMRI menyediakan solusi keuangan
lengkap untuk perusahaan swasta dan pemerintah, komersial, usaha kecil.
2.
Lokasi penelitian yang cukup dekat
dengan peneliti memungkinkan lebih cepat dalam memperoleh data yang dibutuhkan
dan meminimalisasi biaya pengumpulan data.
3.
Sesuai dengan permasalahan yang diteliti
yaitu pengaruh analisis rasio keuangan terhadap kinerja keuangan merupakan
permasalahan yang menarik dan belum pernah diteliti oleh pihak lain.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
1.
Populasi
Penelitian
Populasi adalah objek generalisasi yang terdiri atas objek atau
subyek yang mempunya kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
penelitian dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Hidayat, 2012).
Populasi dalam penelitian ini adalah hanya berfokus kepada PT. Bank Mandiri Tbk
Mataram.
2.
Sampel
Penelitian
Sampel adalah sebagian
yang di ambil dari keseluruhan obyek yang diteliti dan di anggap mewakili
seluruh populasi (Notoatmodjo, 2012). Sampel dalam penelitian ini adalah hanya
berfokus kepada PT. Bank Mandiri Tbk Mataram.
D. Jenis dan Sumber Data
1.
Jenis
Data
Data Kualitatif adalah
data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar (Sugiyono, 2014). Data
kualitatif yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan.
2.
Sumber
Data
Sumber data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang
didapatkan tidak secara langsung dari objek penelitian (Riwidikdo, 2012). Data
sekunder dalam penelitian ini berupa laporan tahunan yang disajikan oleh PT.
Bank Mandiri Tbk, Mataram tahun 2015-2016.
E. Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan
metode dokumentasi dalam mengumpulkan informasi atau data yang mendukung
penelitian, Menurut Wandansari (2013) metode dokumentasi adalah cara
mengumpulkan data dengan mencatat data-data yang sudah ada. Dokumen tersebut
meliputi laporan, berbagai artikel, koran ataupun jurnal yang berkaitand dengan
topik penelitian.
F. Definisi Operasional variabel dan
Pengukuran
a.
Metode
Economic Value Added (EVA)
Economis Value Added
(EVA) merupakan indikator tentang adanya penambahan nilai dari suatu investasi
setiap tahun pada suatu perusahaan. EVA adalah nilai tambah ekonomis yang
disiptakan perusahaan dari kegiatan atua strateginya selama periode tertentu
dan merupakan salah satu cara untuk menilai kinerja keuangan (Gloria M :
20017). Menurut Tunggal (2008:6) yang mengungkapkan EVA sebagai berikut:
1.
EVA merupakan tujuan korporat untuk
meningkatkan nilai (Value) dari modal
(capital) yang investor telah tanamkan dalam operasi usaha.
2.
EVA merupakan selisih dari laba operasi
bersih setelah pajak (Net Operating After
Tax) dikurangi dengan biaya modal (Cost
of Capital).
3.
Apabila perusahaan memiliki nilai EVA
positif, maka dapat dikatakan bahwa manajemen telah menciptakan nilai tambah.
Metode
Economic Value Added (EVA) dalang
bersifat penelitian ini merupakan variabel yang bersifat kualitatif (Data yang
berisi kata, kalimat, skema, dan gambar).
b.
Kinerja
Keuangan perusahaan
Kinerja keuangan adalah Suatu
analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah
melaksanakan tugasnya dengan menggunakan aturan-aturan dan pelaksanaan keuangan
secara baik dan benar. Menurut Fahmi (2011) Kinerja keuangan adalah suatu
analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah
melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik
dan benar. Kinerja perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan
suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga
dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang
mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Hal ini sangat penting agar
sumber daya digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan lingkungan.
Analisis Keuangan yang digunakan adalah Economic
Value Added (EVA)
G. Metode Analisis Data
Untuk
mengolah data laporan keangan yang telah dikumpulkan dari hasil penelitian,
penulis menggunakan metode analisis kinerja keuangan dengan metode Economic Value Added (EVA) dengan Rumus
:
1. Net
Operating Profit After Tax
(NOPAT)
Net
Operating Profit After Tax (NOPAT) atau laba operasi bersih setelah
pajak merupakan sejumlah laba yang akan dihasilkan jika perusahaan tidak
memiliki utang atau aset finansial.
NOPAT
dapat dihitung sebagai berikut :
NOPAT
= EBIT ( 1 - TARIF PAJAK
)
2. Weighted
Average Cost of Capital
(WACC)
Weighted
Average Cost of Capital (WACC)
adalah hasil penjumlahan dari hasil perkalian besarnya porsi
masing-masing jenis modal dengan biaya modal yang bersangkutan.
WACC= BIAYA UTANG ( 1 - TARIF PAJAK ) +
BIAYA EKUITAS
3.
Economic
Value Added (EVA) dapat dijabarkan sebagai berikut:
Hanafi (2012;53)
EVA =
NOPAT -
BIAYA MODAL
Dimana
:
Biaya
Modal = Modal yang diinvestasikan X
WACC
NOPAT = Laba operasi sesudah pajak
WACC = Biaya modal rata-rata tertimbang
Atau
menggunakan rumus :
EVA =
NOPAT – (WACC X MODAL YANG DIINVESTASIKAN)
Dimana :
NOPAT =
Laba operasi setelah pajak (Net
Operating Profit After Tax)
WACC =
Biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted
Average Cost of Capital)
Invested Capital = Besarnya Modal yang
diinvestasikan dalam aktivitas operasional dan non-operasional perusahaan.
EVA akan bernilai positif apabila tingkat laba operasi melebihi
biaya modal perusahaan. Jadi semakin tinggi nilai EVA berarti kinerja
operasional perusahaan semakin baik dan sebaliknya apabila nilai EVA rendah
berarti tingkat kinerja rendah. Apabila nilai EVA = nol berari, secara economis
tingkat perusahaan dalam keadaan impas dimana tingkat laba operasi sama dengan
biaya modal yang harus ditanggung perusahaan. Dengan kata lain dapat
disimpulkan jika :
·
EVA>0, maka telah terjadi penambahan
nilai ekonomis ke dalam perusahaan karena laba yang tersedia mampu memenuhi
harapan-harapan penyedia dana.
·
EVA=0, maka secara ekonomis perusahaan
dalam keadaan impas karena semua laba yang tersedia digunakan untuk membayar
kewajiban kepada penyedia dana baik kreditur maupun pemegang saham.
·
EVA<0, maka tidak ada nilai tambah
pada perusahaan tersebut karena laba yang tersedia tidak memenuhi harapan
penyedia dana terutama para pemegang saham.
Formula di atas menunjukkan bahwa nilai
tambah yang diperoleh adalah nilai tambah yang bersih (net), yaitu nilai tambah
yang dihasilkan sebelum pajak dikurangi dengan biaya modal. Jadi, metode EVA
mencoba mengukur nilai tambah yang dihasilkan suatu perusahaan dengan
mengurangi beban biaya mdoal (cost of
capital) yang timbul sebagai akibat investasi yang dilakukan.
EVA memberikan pengukuran yang lebih baik
atas nilai tambah yang diberikan perusahan kepada pemegang saham. Oleh karena itu
manajer yang menitikberatkan pada EVA dapat diartikan telah beroperasi pada
cara-cara yang konsisten untuk memaksimalkan kemakmuran pemegang saham.
H. Analisis Penerapan Economic Value Added (EVA) pada PT. Bank
Mandiri Tbk
1. Mengindentifikasi
indikator-indikator metode Economic Value
Added (EVA) pada laporan keuangan tahunan PT. Bank Mandiri Tbk .
2. Melakukan
perhitungan terhadap indikator-indikator dalam laporan keuangan yang
berhubungan dengan NOPAT maupun WACC.
DAFTAR PUSTAKA
Jumingan.
2006. Analisis Laporan Keuangan, Cetakan
Pertama, PT. Bumi Aksara. .Jakarta
Ang,
Robert. 2010. Buku Pintar Pasar Modal
Indonesia 7 th. Edition. Jakarta : Media Soft Indonesia. Arifin, Ali. 2007.
Kasmir. 2014. Analisis
Laporan Keuangan. Penerbit Raja Grafindo Persada. Jakarta
Sawir.
2001. Analisis kinerja keuangan
perusahaan. Jakarta: gramedia Pustaka Utama
Baridwan, Zaki. 2005. Intermediet Accounting.
Yogyakarta:Graha Ilmu. Bastian, Indra. 2006.
Agnes Sawir. (2005).
Analisis Kinerja
Keuangan dan Perencanaan Keuangan.
Perusahaan. PT Gramedia Pustaka, Jakarta.
Martono.
2007. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: EKONISIA
Buku. Fahmi, Irham. 2011. “Analisis Laporan Keuangan”. Bandung:
Alfabeta. Ghozali, Imam. 2008.
Munawir.
2004. Analisis Laporan Keuangan. Liberty,
Yogyakarta
Ridwan.
2005. Jenis – Jenis Laporan keuangan.
Jakarta: Balai Pustaka
Kasmir. 2010.
Analisis Laporana keuangan. Penerbit Raja Grafindo Persada. Jakarta
Heriyanto.2001.
Sistem Manajemen Basis Data. Bandung
http://www.bankmandiri.co.id/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar